Jensen Huang Tolak Regulasi Terbaru Sebagai Atur Perkembangan AI


Jakarta, CNN Indonesia

CEO Nvidia Jensen Huang menolak seruan agar pemerintah membuat regulasi Terbaru Sebagai mengatur Ilmu Pengetahuan kecerdasan buatan (AI) yang berkembang Lebih pesat. Menurutnya, regulasi Terbaru tersebut tidak diperlukan.

Huang menyampaikan hal tersebut Untuk sebuah wawancara Di Jim Cramer, Hingga Di sengitnya perdebatan mengenai Keselamatan AI. Meski sepakat bahwa masalah Keselamatan AI harus ditangani secara serius, ia menilai bahwa perusahaan AI seharusnya mampu menyelesaikan tantangan tersebut secara mandiri lewat pendekatan teknis.

“Gagasan bahwa kita butuh undang-undang Terbaru, aturan antitrust Terbaru, atau regulasi Terbaru hanya agar perusahaan-perusahaan ini bisa menjalankan fungsi rekayasa dasar dan menguji produknya Di benar Sebelumnya dirilis itu sama sekali tidak perlu,” kata Huang, melansir CNBC, Selasa (15/9).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita sudah punya banyak undang-undang dan regulasi yang mengatur keandalan serta fungsi sebuah produk,” paparnya.





Huang menegaskan bahwa para pengembang AI Memperoleh kontrol penuh Sebagai memastikan produk mereka aman Sebelumnya dilepas Hingga publik.

“Keselamatan itu masalah rekayasa Cara. Kita harus membuat produk dan mengujinya Di benar. Jika belum siap dirilis, Bertahan dulu dan terus lakukan pengujian serta perbaikan teknis sampai benar-benar siap,” kata dia.

Ia pun menyarankan agar perusahaan-perusahaan AI tersebut tidak Menyusun terlalu cepat hingga melepas produk yang belum aman.

Hingga sisi lain, ia menepis kekhawatiran yang menyebutkan bahwa model AI yang Lebih kuat Berencana menjadi ancaman eksistensial Untuk umat manusia.

“Kita tidak Berencana punah Hingga 2030. Ada begitu banyak orang Hingga dunia yang Berencana membangun AI Di benar. Kita Berencana menyiapkan berbagai bentuk perlindungan serta menciptakan beragam Ilmu Pengetahuan Untuk Keselamatan dan keselamatan,” ujar Huang.

Perbincangan mengenai Keselamatan AI ini mengemuka usai CEO Anthropic Dario Amodei menerbitkan sebuah esai. Untuk esai tersebut, Amodei mengusulkan agar laboratorium-laboratorium AI terkemuka saling berkoordinasi Sebagai mengatur ritme Pembaruan model-model AI canggih.

Menurut dia, langkah ini perlu guna Menyediakan waktu yang cukup Untuk perusahaan Sebagai menguji dan memperkuat sistem Keselamatan. Amodei juga menyebut bahwa upaya tersebut kemungkinan membutuhkan intervensi pemerintah atau kelonggaran aturan antitrust.

[Gambas:Video CNN]

Masih Untuk esainya, Amodei memaparkan tiga langkah Sebagai mengatur laju Pembaruan model AI. Langkah pertama adalah Di menempatkan penilai Keselamatan Di pihak ketiga Hingga setiap laboratorium.

Sambil, langkah kedua dan ketiga mencakup koordinasi Internasional berbasis demokratis Yang Terkait Di standar Keselamatan, serta pembatasan Di laju perkembangan AI yang tidak terawasi.

Amodei berpendapat bahwa beberapa bentuk koordinasi yang efektif Sebagai mengatur tempo Pembaruan ini cukup sulit secara hukum, Agar memerlukan Pemberian Di pemerintah.

(dmi)



Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Jensen Huang Tolak Regulasi Terbaru Sebagai Atur Perkembangan AI

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ