Jakarta, CNN Indonesia —
HP lipat pertama Apple, iPhone Duo menjadi smartphone termahal yang dijual Bersama perusahaan. Kira-kira siapa target konsumennya?
Di Peristiwa peluncurannya, iPhone Duo disebut dapat menjalankan berbagai Alat Lunak seperti Zoom, Slack dan Netflix Lewat layar besarnya. Apple Menunjukkan bahwa Alat ini bisa digunakan Sebagai bekerja, membuat konten hingga menikmati hiburan.
iPhone Duo diluncurkan Bersama harga mulai Bersama US$1.999 (Rp34,99 juta) Ke pasar Amerika Serikat. Meski demikian, perusahaan tidak secara spesifik menjelaskan siapa target pembelinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pengamat mempertanyakan apakah iPhone Duo dapat menjangkau kalangan Fans yang tidak Memperoleh banyak budget.
“Apple biasanya tidak secara spesifik menentukan siapa target pembelinya. Tetapi, Di Perkara Hukum Hukum ini, mereka justru terlihat menghindari hal tersebut,” kata Analis Bersama Creative Strategies Carolina Milanesi, dikutip Bersama Reuters, Kamis (10/9).
Para analis menilai kekuatan merek Apple Akansegera cukup Sebagai Merangsang penjualan iPhone Duo Ke awal. Tetapi, Setelahnya antusiasme mereda, harga yang tinggi dan belum jelasnya target Pemakai dikhawatirkan membuat Alat ini hanya diminati Bersama kelompok kecil Fans Bersama budget besar yang ingin mencoba Ilmu Pengetahuan teranyar Apple.
Kepuasan ini sebenarnya bukan hal Mutakhir Ke pasar Telepon Genggam lipat. Dari pertama kali muncul, Alat foldable masih sulit menjangkau berbagai kalangan pembeli.
Kajian Bersama IDC Mengantisipasi pasar Telepon Genggam lipat hanya menyumbang kurang Bersama 3 persen Bersama total pasar smartphone Internasional Ke tahun 2026. Angka tersebut diprediksi tidak Akansegera banyak berubah Ke tahun 2027 mendatang, meski Apple ikut terjun Hingga pasar Telepon Genggam lipat.
“Memang ada sedikit masalah Di menentukan posisi produk. Untuk kami, belum jelas apakah Alat ini lebih ditujukan Sebagai bekerja atau bermain. Tetapi, menurut saya, iPhone Dari awal dikenal sebagai Alat serbaguna,” kata wakil Kepala Negara Counterpoint Research Neil Shah.
Meski menjadi pertanyaan, Apple Memperoleh histori serupa Ke setiap Alat yang diluncurkan. Contohnya, Di iPad pertama kali dikenalkan Ke tahun 2010.
Di itu, Steve Jobs selaku salah satu pendiri Apple mengenalkan iPad sebagai Alat yang membuka kategori Mutakhir. Alat ini diposisikan sebagai tablet Sebagai menikmati media dan hiburan Bersama performanya yang tinggi.
Hal serupa terjadi Ke peluncuran iPad Pro Ke tahun 2025. Kala itu, CEO Apple Skuat Cook Menginformasikan bahwa Alat ini ditujukan Sebagai para profesional dan pekerja kreatif.
Begitu pula Bersama Apple Watch yang awalnya diposisikan sebagai Dibagian Bersama Cara Hidup dan Mode. Seiring perkembangannya, Alat kini ditujukan Sebagai kebutuhan Kesejajaran dan Kesejajaran Pemakai.
Masalah posisi produk ini juga terjadi ketika peluncuran headset augmented reality besutan Apple, Vision Pro, Ke tahun 2023. Ilmu Pengetahuan ini Merasakan banyak pujian Bersama para analis.
Ke sisi lain, harganya yang tinggi dan fungsinya yang belum jelas Ke luar sebagai pelengkap hiburan membuat produk ini sulit menjangkau pasar yang lebih luas.
Meski demikian, Neil Shah Mengantisipasi bahwa Apple mampu menjual hampir 6 juta unit iPhone Duo hingga akhir tahun 2026. Pasalnya, Alat ini telah lama dinantikan Bersama para Fans Apple yang Mengharapkan Alat lipat.
Jika Prediksi tersebut tercapai, kata Shah, penjualan iPhone Duo diperkirakan dapat menguasai Disekitar seperempat pasar Telepon Genggam Internasional.
Hal serupa juga terjadi ketika Samsung Memperkenalkan HP lipat pertama mereka Ke tahun 2019 lalu. Di itu, banyak laporan Yang Berhubungan Bersama layar yang rusak dan komponen yang terkelupas.
Akibat masalah ini, Samsung dijuluki sebagai “foldgate”. Tetapi, perusahaan berhasil melewatinya.
Berdasarkan Kajian Counterpoint, kini Samsung menguasai Disekitar 40 persen pasar Telepon Genggam lipat. Perusahaan Memperkenalkan smartphone lipat terbarunya, Galaxy Fold 8 Ke bulan Juli lalu.
[Gambas:Video CNN]
Meski demikian, Kemajuan pasar Telepon Genggam lipat Di beberapa tahun terakhir ini mulai melambat. Alat masih kesulitan Memikat konsumen Ke luar kelompong yang tertarik Bersama Ilmu Pengetahuan Mutakhir.
Menurut Kajian Omdia, masuknya Apple Hingga pasar Telepon Genggam lipat diperkirakan Akansegera memberi dorongan terbesar Di pengiriman smartphone lipat Bersama tahun Hingga tahun Dari 2021. Kajian tersebut Mengantisipasi total pengiriman Telepon Genggam lipat mencapai 22,3 juta unit Ke 2026.
Bob O’Donnell selaku kepala analis TECHnalysis Reasearch menilai harga iPhone Duo yang tinggi membuat Kandidat penggunanya menjadi lebih terbatas, terutama Ke kalangan anak muda. Meski, Fans setia Apple Akansegera tetap membantu Merangsang penjualan Ke tahap awal.
“Produk ini Akansegera menjadi sesuatu yang sangat dinantikan. Sebagai Sambil Itu, Alat ini Akansegera menjadi simbol status, Sebab saya rasa Akansegera cukup sulit Sebagai mendapatkannya,” kata Bob.
(nad/dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: iPhone Duo Dibanderol Mulai Rp34 Juta, Mampukah Pikat Pasar?









