Jakarta, CNN Indonesia —
OpenAI mengklaim berhasil menemukan solusi Sebagai soal matematika rumit yang tidak terpecahkan Pada 90 tahun. Perusahaan mengklaim mereka berhasil menemukan solusi itu hanya Di hitungan jam Bersama model kecerdasan buatan (AI) terbaru dan ribuan bot AI.
Perusahaan pembuat ChatGPT tersebut Berkata bahwa 10 ribu agen atau bot AI mereka telah berhasil memecahkan persamaan Navier-Stokes yang terkenal sulit hanya Di 88 jam.
Melansir BBC, Navier-Stokes berkaitan Bersama bagaimana fluida bergerak. Aspek-aspek penting Di permasalahan ini belum Memperoleh bukti atau argumen yang mendasari persamaan matematika yang benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
OpenAI menyebut solusi yang mereka temukan sebagai tonggak sejarah yang membuktikan bahwa Gadget AI telah berkembang Bersama cepat.
Solusi yang ditemukan OpenAI belum diverifikasi Dari The Clay Mathematics Institute, organisasi matematika penyelenggara Millennium Prize yang menawarkan hadiah uang tunai besar kepada orang pertama yang berhasil memecahkan teka-teki atau permasalahan matematika tertentu.
Di akhir Agustus, perusahaan mengatakan bahwa mereka mulai melatih model AI Terbaru yang dapat Bersama cepat Menunjukkan kemampuannya Di matematika. Model AI adalah Inisiatif Mesin yang dilatih Bersama sejumlah besar data Sebagai mengenali dan Menyaksikan pola Di informasi.
Model OpenAI terbaru ini sebenarnya hanya digunakan Di Di perusahaan Lantaran jauh lebih mumpuni daripada yang mereka rilis. Tetapi, para penelitinya memutuskan Sebagai menggunakannya Di beberapa masalah matematika tingkat lanjut yang penting.
OpenAI mengakui bahwa Di Selasa pekan lalu (1/9), mereka mendengar desas-desus bahwa dua masalah Millennium Prize telah terpecahkan. Mereka Lalu memutuskan Sebagai mengerahkan ribuan bot AI yang dilatih Sebagai mencoba memecahkan masalah-masalah yang tersisa.
Terbaru Di 88 jam Lalu atau Di Sabtu (5/9), OpenAI berhasil menemukan solusi Sebagai masalah Navier-Stokes Sesudah mengerahkan 10.000 bot AI Sebagai tugas tersebut. Masalah ini terletak Di inti turbulensi, yang merupakan Kejadian Luar Biasa yang Pada ini masih belum dipahami Bersama baik.
Meski hanya membutuhkan waktu yang singkat Sebagai mencapai solusi, OpenAI mengatakan bot AI mereka bertukar hampir 3 juta pesan dan menggunakan 130 miliar output token hanya Sebagai persamaan Navier-Stokes tersebut.
Berdasarkan skema harga yang ditetapkan Dari OpenAI Sebagai output Di model-model tercanggihnya, Kegiatan sebesar itu menghabiskan biaya Di US$10 juta (Rp175,7 miliar).
Solusi yang dicapai OpenAI Di permasalahan Navier-Stokes telah menyelesaikan dua Di empat pernyataan Di bukti yang diminta Dari Milenium Prize. Hadiah Sebagai pemenangnya bernilai $1 juta (17,5 miliar).
“Tujuan kami merilis hasil ini adalah Sebagai melaporkan kemajuan substansial Di model AI kami. Kami tidak bermaksud Sebagai mengklaim Milenium Prize atas hasil ini,” kata OpenAI.
Picu Perdebatan
Klaim perusahaan tersebut langsung memicu Perdebatan. Profesor matematika New York University Tristan Buckmaster mengatakan bahwa dia bersama Levent Alpöge, matematikawan yang bekerja Sebagai Anthropic (pesaing OpenAI) juga Di mencari solusi Sebagai masalah tersebut.
Kedua peneliti tersebut menggunakan alat Codex milik OpenAI Di Kajian mereka. Tetapi, Buckmaster mengungkapkan bahwa Di tanggal 3 September, ia mendapati informasi mengenai kemajuan Kajian mereka telah bocor atau diteruskan Hingga OpenAI.
Pernyataan Buckmaster disampaikan Di hari yang sama, beberapa jam Sebelumnya OpenAI mempublikasikan Kajian Navier-Stokes mereka. Ia mengklaim OpenAI Terbaru mulai mengerjakan persamaan Navier-Stokes Sesudah Merasakan informasi tentang Kajian mereka.
Buckmaster juga melampirkan bukti berupa teks email yang ditukarkan Bersama pihak OpenAI, serta mempertanyakan kejelasan waktu dan metode yang digunakan perusahaan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengaku memang belum membaca keseluruhan bukti lengkap Di OpenAI. Tetapi, Buckmaster merasa harus angkat bicara mengenai apa yang ia ketahui dan apa yang ditawarkan kepadanya, Lantaran tidak ingin membiarkan pengumuman OpenAI membentuk narasi yang ia ketahui tidak benar.
Di sisi lain, OpenAI menyampaikan selamat atas “Kajian yang berjalan bersamaan” yang dilakukan Buckmaster dan Alpöge, serta memujinya sebagai hal yang “luar biasa”.
OpenAI menegaskan bahwa mereka tidak pernah melihat hasil pekerjaan kedua peneliti tersebut Di bentuk apa pun sampai dirilis Hingga publik, dan tidak ada data Pemakai yang diakses Pada proses pengerjaan masalah Navier-Stokes.
“Kendati kecil kemungkinannya, kami tidak dapat mengesampingkan bahwa data yang dianonimkan Di penggunaan produk kami membantu Memperbaiki kemampuan model kami. Tetapi, pembuktian kami berbeda secara signifikan, Malahan hasil akhir yang dibuktikan pun tidak sama,” tegas OpenAI.
(fta/dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: OpenAI Klaim Pecahkan Soal Matematika Rumit Pakai 10 Ribu Bot











