– Kisah Boeing 747 Terbang Tanpa Mesin Usai Terjang Abu Vulkanik


Jakarta, CNN Indonesia

Abu vulkanik dapat menjadi ancaman serius Untuk penerbangan, Justru bisa membuat seluruh mesin pesawat mati Ke udara seperti yang pernah terjadi Ke British Airways Penerbangan 9 Ke 1982.

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan insiden tersebut terjadi ketika pesawat Boeing 747 melintasi awan abu erupsi Gunung Galunggung, Jawa Barat, Ke 24 Juni 1982 Ke ketinggian Disekitar 37 ribu kaki.

“Abu vulkanik silika yang terhisap Hingga Untuk empat mesin jet Boeing 747 tersebut meleleh dan membeku Ke bilah turbin hingga memicu kegagalan pembakaran mendadak (flameout) yang mematikan seluruh mesin secara bersamaan,” kata Daryono Untuk keterangan resminya, Minggu (6/9).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat itu Lalu meluncur bebas tanpa mesin sejauh puluhan kilometer hingga keluar Untuk paparan awan abu.





“Setelahnya meluncur bebas tanpa mesin sejauh puluhan kilometer keluar Untuk paparan awan abu, Pemimpin pilot Eric Moody dan krunya berhasil menyalakan kembali mesin Pada suhu partikel meleleh mendingin dan rontok Ke ketinggian lebih rendah,” ujar Daryono.

Pesawat akhirnya berhasil melakukan pendaratan darurat Bersama selamat Ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Daryono menjelaskan abu vulkanik Memperoleh karakteristik fisik dan kimia yang berbeda Untuk awan biasa.

“Abu vulkanik tidak terdiri Untuk tetesan air atau kristal es, melainkan fragmentasi batuan mikroskopis, silika SiO2, serta kristal mineral berujung tajam yang bersifat sangat abrasif,” katanya.

Ketika pesawat melintasi awan abu Bersama Kelajuan jelajah tinggi, partikel-partikel keras tersebut dapat mengikis kaca kokpit hingga buram.

Abu juga bisa merusak Pendeteksi dinamika udara seperti pitot tube yang mengukur Kelajuan udara serta mengikis bilah turbin dan lapisan pelindung mesin jet.

Menurut Daryono, ancaman paling serius muncul ketika abu masuk Hingga mesin turbofan.

Suhu ruang bakar mesin jet Pada beroperasi bisa mencapai 1.400 hingga 2.000 derajat Celsius, Sambil senyawa silika Untuk abu vulkanik meleleh Ke kisaran 1.100 derajat Celsius.

Ketika abu terhisap mesin, partikel silika dapat meleleh, Masuk, Lalu membeku kembali menjadi kerak kaca Pada melewati Pada turbin yang lebih dingin.

“Penumpukan kerak kaca ini menyumbat nosel aliran udara dan mengganggu aerodinamika bilah turbin, yang berujung Ke terhentinya aliran udara (engine stall) hingga hilangnya pembakaran internal secara total,” jelas Daryono.

Lebih Jelas, Daryono mengatakan abu vulkanik juga dapat mengganggu sistem navigasi dan kelistrikan pesawat.

Gesekan antarpartikel abu halus yang bergerak Bersama Kelajuan tinggi dapat menimbulkan muatan listrik statis ekstrem.

Kepuasan tersebut bisa memicu Trend Populer St. Elmo’s Fire Ke kaca kokpit serta gangguan interferensi frekuensi radio komunikasi.

Ke Di Itu, komposisi asam yang melekat Ke abu vulkanik Berpeluang menyebabkan korosi Ke komponen elektronik sensitif dan mencemari sistem pengondisian udara kabin atau bleed air.

“Abu vulkanik sangat berbahaya Untuk penerbangan Lantaran mengandung fragmentasi kaca silika (SiO2) dan mineral mikroskopis tajam yang bersifat abrasif,” tutur Daryono.

Ia menilai penghentian Sambil operasional penerbangan Ke sejumlah bandara Ke Minggu (6/9) Pada terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan langkah yang tepat.

“Penghentian Sambil operasional penerbangan Ke beberapa bandara Pada terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau Pada ini merupakan langkah dan keputusan yang tepat Untuk menjamin keselamatan penerbangan,” ujarnya.

(lom)



Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: – Kisah Boeing 747 Terbang Tanpa Mesin Usai Terjang Abu Vulkanik

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ