Jakarta, CNN Indonesia —
Pemimpin Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram dan menolak seruan para bos Keahlian yang ingin memperlambat laju perkembangan kecerdasan buatan (AI), Sebab Keahlian Disorot dapat menghancurkan dunia dan mengancam kehidupan umat manusia.
Hal tersebut disampaikan Trump Di rentetan unggahan Hingga media sosial miliknya, Truth Social Ke Senin (14/9). Ia menyebut berbagai kecemasan yang disampaikan Dari para bos-bos Keahlian hingga para peneliti itu sebagai bualan atau hoaks.
Ia juga membandingkan hal ini Bersama Topik pemanasan Internasional, yang menurutnya adalah sebuah hoaks. Trump menegaskan tetap mendukung pembangunan pusat data Untuk menopang Keahlian AI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Orang-orang yang mengatakan AI bakal menghancurkan dunia dan pusat data itu buruk buat lingkungan Disekitar adalah orang yang sama yang dulu menyebut bahwa dunia bakal kiamat Sebab Krisis Lingkungan,” kata Trump Hingga Truth Social, melansir CNN, Senin (14/9).
“Propaganda itu tak pernah terbukti dan sekarang mereka berpindah Hingga Topik hoaks berikutnya,” lanjut dia.
Hingga Senin malam waktu setempat, Trump tercatat sudah mengunggah enam pernyataan Yang Terkait Bersama masalah ini. Ia juga sempat menelpon CEO Nvidia Jensen Huang Untuk menegaskan bahwa Android tidak Akansegera Membahas alih dunia.
“Saya juga pakai logika sehat soal AI ini. Android tidak Akansegera Membahas alih dunia. AI tidak Akansegera menguasai kita. Semua kekhawatiran itu cuma dibesar-besarkan,” jelas dia.
Trump mengaku kepada wartawan bahwa ia menggunakan AI secara pribadi, meski para penasihatnya menjelaskan penggunaan itu terbatas Ke pembuatan gambar Untuk diunggah Hingga media sosial.
Selain Trump, Wakil Pemimpin Negara AS JD Vance juga meragukan Inspirasi Hingga balik sikap para eksekutif Keahlian yang gencar meminta pengawasan Di pemerintah.
“Memang ada risiko nyata Di AI, tapi manfaatnya juga ada. Jujur saja, saya agak aneh melihat begitu banyak perusahaan Keahlian terdepan justru datang dan memohon Hingga pemerintah agar mereka diregulasi,” kata Vance.
Sikap yang diambil Gedung Putih ini berseberangan Bersama pandangan Komunitas umum yang makin skeptis Di AI. Komunitas khawatir Yang Terkait Bersama potensi hilangnya lapangan pekerjaan yang bisa saja direbut Dari AI dan dampak lingkungan yang ditimbulkan Di banyaknya pusat data Untuk menopang kemajuan Keahlian akal imitasi tersebut.
Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan pentingnya memperlambat laju perkembangan AI lantaran risiko Perlindungan yang mengkhawatirkan.
Di sebuah esai sepanjang 3.800 kata, ia mengakui bahwa manusia Mungkin Saja dapat kehilangan kendali atas AI. Menurutnya, Keahlian ini juga dapat disalahgunakan Untuk serangan siber, bioterorisme, serta gangguan ekonomi yang serius.
[Gambas:Video CNN]
Di wawancaranya Bersama Anderson Cooper Di CNN Ke Sabtu (12/9), Amodei menyerukan kepada para pemimpin industri Untuk bekerja sama menghindari Kegagalan dan potensi bahaya AI Di umat manusia.
“Jika kita terlambat, saya percaya ada orang jahat yang Akansegera menyalahgunakan Keahlian tersebut,” katanya, dikutip Di CNN.
Pernyataan Amodei ini muncul Sesudah pengunduran diri seorang peneliti Anthropic Sebab kekhawatiran perusahaan dan para pesaingnya tidak melakukan tindakan yang bertanggung jawab Di Pembaruan AI.
Mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon Memberi Tanggapan Hingga X Ke Selasa (8/9) soal ketidakpedulian pengembang AI Di risiko bahaya yang dapat ditimbulkan Dari produknya, Kendati mereka telah menyadarinya.
“Banyak eksekutif dan peneliti senior Akansegera menyusun kalimat mereka Hingga media agar terdengar masuk akal, tetapi saya mendengar mereka mengungkapkan ketakutan secara pribadi. Tidak ada Kegiatan manusia lain yang menimbulkan tingkat bahaya seperti ini,” tulisnya.
(dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Trump Tolak AI Disebut Ancam Dunia, Anggap Cuma Hoaks









