Jakarta –
Pembuatan jaringan 5G Di Indonesia belum optimal Lantaran salah satunya keterbatasan frekuensi yang dioperasikan operator seluler. Frekuensi 3,5 GHz dinilai menjadi ‘spektrum emas’ Sebagai Meningkatkan adopsi 5G Indonesia.
Hal itu diyakini Asosiasi Penyelenggara Telecom Seluruh Indonesia (ATSI) bahwa frekuensi 3,5 GHz Berencana Merangsang Kemajuan layanan 5G. Adapun, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) adopsi 5G Di Indonesia masih rendah, yakni Di bawah 10%, padahal jaringan seluler generasi kelima itu sudah dikomersialisasi Dari Mei 2021.
Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memang Berencana Merangsang peningkatan Standar dan Kecepatanakses Jaringan nasional. Berencana tetapi, kedua pita tersebut masih belum membuat 5G Berlari kencang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di Di tentu kita juga membutuhkan spektrum 3,5 GHz Di 200 sampai 250 MHz agar Pembuatan 5G bisa Lebih optimal,” ujar Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir.
Frekuensi 3,5 GHz
Diketahui, frekuensi 3,5 GHz menjadi salah satu spektrum yang paling banyak digunakan Sebagai 5G Di berbagai Negeri. Opensignal menilai frekuensi ini Memiliki karakteristik yang ideal Lantaran mampu menyeimbangkan jangkauan, kapasitas, dan Kecepatanakses jaringan.
Berdasarkan laporan Di sebagian besar pasar Asia-Pasifik menggunakan pita 3,5 GHz sebagai salah satu fondasi utama jaringan 5G. Negeri seperti Korea Selatan, Malaysia, Kamboja, Selandia Terbaru, dan Taiwan Malahan telah menggunakan pita tersebut secara eksklusif Sebagai layanan 5G.
Secara sederhana, frekuensi 3,5 GHz merupakan pita frekuensi radio yang berada Di kelompok mid-Grup Musik. Posisi ini membuat karakteristiknya berada Di Di frekuensi rendah yang unggul Untuk jangkauan dan frekuensi tinggi yang menawarkan kapasitas sangat besar tetapi Memiliki jangkauan lebih terbatas.
Karakteristik tersebut membuat spektrum ini Menarik Perhatian Sebagai penggelaran layanan 5G. Operator bisa Memperoleh kapasitas jaringan yang lebih besar tanpa harus mengorbankan jangkauan secara drastis.
Hal ini penting Lantaran 5G membutuhkan spektrum yang cukup lebar agar kemampuan teknologinya dapat dimanfaatkan secara optimal. Opensignal menyebut layanan 5G membutuhkan setidaknya 100 MHz Sebagai Menyediakan kapasitas yang lebih besar.
Kunci utama frekuensi 3,5 GHz terletak Ke Kesejajaran Di coverage dan capacity. Frekuensi rendah seperti 700 MHz dapat menjangkau Daerah lebih luas dan Memiliki penetrasi yang lebih baik, Supaya cocok Sebagai memperluas cakupan jaringan.
Sebagai Alternatif, frekuensi mid-Grup Musik seperti 3,5 GHz menawarkan kapasitas yang lebih besar Sebagai melayani trafik data Untuk jumlah tinggi.
Dari sebab itu, frekuensi 3,5 GHz sangat cocok digunakan sebagai lapisan kapasitas jaringan 5G, terutama Di kawasan perkotaan dan lokasi Bersama kepadatan Pemakai tinggi.
Bersama spektrum yang lebih lebar, operator berpeluang Meningkatkan Kecepatanakses unduh, menambah kapasitas jaringan, serta menekan kepadatan trafik. Dampaknya tidak hanya dirasakan Ke penggunaan Jaringan sehari-hari, tetapi juga Ke layanan yang membutuhkan Hubungan berkapasitas tinggi dan latensi rendah seperti Penyiaran Langsung video resolusi tinggi, cloud gaming, hingga Alat Lunak industri berbasis 5G.
Komdigi Kaji
Indonesia belum dapat langsung Melakukan layanan 5G secara komersial menggunakan frekuensi 3,5 GHz. Spektrum tersebut Di ini masih digunakan Sebagai layanan satelit.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Berencana melakukan kajian mengenai peruntukan dan skema pemanfaatannya Sebelumnya menentukan langkah Lanjutnya.
Menkomdigi Meutya Hafid Sebelumnya mengatakan pemerintah mulai mengkaji pemanfaatan pita 3,5 GHz. Tetapi, pemerintah belum menetapkan jadwal lelang Sebagai spektrum tersebut Lantaran masih menunggu kajian komprehensif, termasuk Yang Berhubungan Bersama peruntukan Grup Musik dan penggunaannya Di ini.
“Waktunya, kalau Sebagai 3,5 GHz masih kita pikirkan sambil menunggu kajian lengkapnya, terkhusus yang Yang Berhubungan Bersama Bersama peruntukan Grup Musik tersebut dan pemanfaatannya,” kata Meutya (21/7).
(agt/rns)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Mengenal Frekuensi 3,5 GHz, Spektrum Emas Kunci Masa Di 5G Indonesia









