Jakarta –
Perkembangan Ai (AI) mulai mengubah cara kerja sekaligus Mendorong kebutuhan Di Kemahiran Terbaru. Salah satunya kemampuan memanfaatkan automation Untuk menyederhanakan pekerjaan dan Memperbaiki produktivitas.
Gaya tersebut terlihat Di Langkah Enablement AI dan Automation yang digelar Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama UiPath. Untuk enam bulan, Langkah ini telah menjangkau lebih Di 50.000 peserta, atau separuh Di target 100.000 talenta Indonesia.
Capaian tersebut Menunjukkan AI dan automation mulai menjadi Kemahiran yang diminati Di luar kalangan pekerja Keahlian. Langkah ini dirancang Untuk Melakukan penggunaan AI dan automation secara praktis, termasuk bagaimana Keahlian dapat membantu menangani pekerjaan yang repetitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amit Khandelwal, Regional Vice President and Managing Director, Southeast Asia Di UiPath, mengatakan tingginya partisipasi Menunjukkan meningkatnya kesadaran talenta Indonesia Di pentingnya Kemahiran digital.
“Talenta Indonesia Lebih aktif mencari Kemungkinan Untuk Membuat Kemahiran yang dapat Memperbaiki produktivitas, Mendorong efisiensi, serta memastikan mereka tetap relevan Di masa Didepan dunia kerja,” ujar Amit dikutip Di keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2026).
Di Di Yang Sama, Director and Chief Strategy & Execution Officer Indosat Ooredoo Hutchison Honesti Basyir menilai automation Akansegera menjadi fondasi penting Untuk Berjuang Di perubahan dunia kerja akibat perkembangan AI.
“Di Ditengah pesatnya perkembangan AI dan Agentic Automation, Kemahiran ini menjadi fondasi penting Untuk memahami bagaimana manusia dan Keahlian dapat bekerja berdampingan Untuk menyederhanakan proses, Memperbaiki produktivitas, dan menjawab tantangan yang Lebih kompleks,” kata Honesti.
Langkah ini Memperoleh respons besar Di kelompok usia muda. Sebanyak 75,6% peserta webinar berusia 21-30 tahun, disusul kelompok usia 15-20 tahun sebesar 21,8%.
Di sisi latar Di, mahasiswa mendominasi Di 74,6%, Lalu pelajar 16,4%, fresh graduate 5,2%, serta karyawan atau profesional 3,5%.
Besarnya partisipasi kelompok tersebut Menunjukkan Kemahiran AI dan automation mulai dipandang sebagai bekal memasuki dunia kerja, bukan sekadar kemampuan tambahan.
Langkah Indosat dan UiPath juga menekankan bahwa belajar automation tidak harus dimulai Di kemampuan coding yang kompleks.
Peserta diperkenalkan Di cara mengenali pekerjaan repetitif yang Berpotensi Untuk diotomatisasi, Konsep dasar AI dan automation, Agentic AI, hingga peran citizen developer.
Peserta juga Memperoleh pengenalan UiPath Studio Web Untuk membuat dan menguji Mesin Otomatis automation.
Pembelajaran dilakukan Lewat webinar dan Learning Management System (LMS). Peserta Lalu dapat menerapkan pengetahuan tersebut Lewat hackathon Untuk Membuat ide dan solusi berbasis AI dan automation.
Di capaian lebih Di 50.000 peserta, Indosat dan UiPath masih membidik 100.000 talenta Indonesia. Target tersebut menjadi Dibagian Di upaya memperluas Kemahiran digital agar Kelompok tidak hanya menjadi Pemakai AI, tetapi juga mampu memanfaatkan AI dan automation Untuk Memperbaiki efisiensi dan produktivitas kerja.
(agt/fay)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: AI Karena Itu Skill Terbaru, 50.000 Talenta Indonesia Digembleng Indosat











