Cara Terbaik Manusia Gunakan AI: Pakai Hati Nurani

Jakarta

Kehadiran kecerdasan buatan membuat manusia khawatir semua Berencana diambil alih AI. Padahal, cara terbaik menggunakan AI adalah memakai hati nurani.

Terdengar filosofis memang, tapi implikasinya sangat serius. Hal ini sampai menjadi inti Untuk diskusi ‘The Future Is Undeniably Human’ Untuk rangkaian Peristiwa Ideafest 2026 Di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Tema tahun ini memang Rehumanize yang artinya memanusiakan kembali.

CEO Comika Pandji Pragiwaksono membuka diskusi bahwa kehadiran AI membawa kekhawatiran Untuk sebagian orang, sebagaimana hal itu terjadi setiap ada gelombang Perkembangan Ilmu Pengetahuan Terbaru, Akan Tetapi Pandji tetap optimistis. Founder Narasi Najwa Shihab mengatakan ada tantangan berupa ketergantungan manusia kepada AI. Sebab, hal itu menggerus kemampuan dasar manusia seperti kemampuan memperhatikan dan kemampuan bertanya secara kritis.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sekarang kita Menyambut jawaban Untuk 5 detik, padahal punya jawaban dan memahami adalah dua hal berbeda. Dan Standar percakapan bukan diukur Untuk jawaban pertama, tapi Untuk pertanyaan kedua atau follow up question. Yang berharga adalah kemampuan manusia bertanya,” kata Najwa.

Najwa memilih menggunakan AI sebagai rekan berpikir dan bukan sebagai mesin penjawab Lantaran Berencana berbeda dampaknya. AI seharusnya melatih manusia Sebagai berpikir lebih keras. Faktor manusia tidak boleh hilang digerus AI.

Vikram Sinha dan Pandji Pragiwaksono. Foto: Fitraya Ramadhanny/detikINET

“Ada tiga hal yang tidak boleh diserahkan Hingga mesin yaitu value, judgement dan responsibility. Hati manusia itu yang penting, kita nggak bisa salahkan mesin, Lantaran manusia yang memutuskan apa yang dilakukan,” jelas Najwa yang bersikap optimistis tapi hati-hati Bersama AI.

Untuk kesempatan ini, President Director and CEO of Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan AI seharusnya membuka potensi manusia, bukan Sebagai Gantinya. Praktisi Medis Di pelosok Indonesia bisa setara Bersama Praktisi Medis Di New York ketika bisa mengakses Ilmu Pengetahuan AI. Akan Tetapi, ada faktor yang sangat penting.

“AI itu cuma alat Sebagai membuka potensi manusia dan harus manusia yang pegang kendali bukan yang terbawa-bawa. Yang penting adalah otak dan hati nurani. Mesin bisa menyamai kecerdasan tapi mesin nggak punya hati,” kata Vikram.

Kata Vikram, AI jangan cuma dipakai seru-seruan tapi harus membuat manusia lebih produktif. AI juga bukan cuma Sebagai orang kaya tapi harus didemokratisasi Agar orang biasa pun punya akses Pada AI. Untuk Peristiwa Ideafest 2026, Indosat mengusung slogan ‘Heartware Inside Hardware’ atau ada hati Di Untuk Gadget keras.

“Kita punya inisiatif lebih besar, kita punya ambisi lebih besar dan pakai Ilmu Pengetahuan sebagai enabler Sebagai membuka potensi dan lakukan itu Bersama hati nurani,” pungkas Vikram.

(fay/rns)


Fitraya Ramadhanny


Fitraya Ramadhanny


Jurnalis detikcom. Fokus Di pemberitaan Yang Terkait Bersama Ilmu Pengetahuan. Lulusan Universitas Indonesia, bergabung Sebelum 2005. Lagi menempuh magister Ilmu Politik Bersama konsentrasi Politik Digital.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Cara Terbaik Manusia Gunakan AI: Pakai Hati Nurani

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ