Jakarta –
Produsen action camera legendaris, GoPro, resmi menyepakati perjanjian merger senilai USD 285 juta (Disekitar Rp 4,3 triliun) secara tunai Bersama perusahaan optical-photonics, Starman Optical. Langkah strategis ini menjadi angin segar yang menyelamatkan GoPro Untuk jurang kebangkrutan serta ancaman delisting Untuk bursa saham Nasdaq.
Starman Optical merupakan Mula Keahlian asal New Jersey yang Berorientasi memproduksi transceiver optik berkecepatan tinggi Sebagai pusat data kecerdasan buatan (AI data center). Untuk kesepakatan akuisisi ini:
- Nilai Saham Melonjak: Pemegang saham GoPro Akansegera Memperoleh dana tunai sebesar USD 1,14 per saham–hampir dua kali lipat Untuk harga penutupan Sebelumnya pengumuman (USD 0,60)–sambil tetap mengantongi Disekitar 10% kepemilikan saham Hingga entitas gabungan.
- Pelunasan Utang Masif: Starman berkomitmen melunasi seluruh utang GoPro senilai USD 92 juta (Disekitar Rp 1,4 triliun) secara penuh Pada transaksi rampung akhir tahun ini.
- Operasional Independen: Meski telah bergabung, GoPro Akansegera tetap beroperasi sebagai perusahaan independen dan tetap melantai Hingga bursa Nasdaq Bersama neraca keuangan yang jauh lebih sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terimpit Kejuaraan Hingga Dibeli Pembuat Konten Video
Kesepakatan merger ini datang Hingga momen yang sangat krusial. Untuk beberapa tahun terakhir, dominasi GoPro tergerus hebat akibat persaingan ketat Untuk rival kuat seperti DJI dan Insta360.
Situasi makin diperparah Bersama lonjakan harga komponen memori Dunia hingga membuat auditor independen Mengeluarkan peringatan bahaya Yang Berhubungan Bersama kelangsungan Usaha GoPro.
Dampaknya, harga saham GoPro sempat meluncur bebas hingga 60% Untuk kurun tiga bulan, jatuh Untuk USD 1,73 Ke Mei 2026 menjadi USD 0,60 Ke akhir Agustus 2026. Angka tersebut berada Hingga bawah batas minimum Nasdaq (USD 1,00) dan memicu peringatan penghapusan pencatatan saham (delisting).
Menariknya, saham GoPro sempat sedikit menanjak Sebelumnya pengumuman merger Setelahnya dokumen SEC mengungkapkan bahwa creator YouTube ternama, Mark “Markiplier” Fischbach, diam-diam memborong 8,5% saham GoPro dan menjadi salah satu pemegang saham terbesar.
Kinerja Keuangan Q2 2026
Untuk laporan keuangan kuartal II (Q2) 2026, GoPro mencatatkan pendapatan yang memprihatinkan sebesar USD 105 juta, anjlok 31% secara tahunan (year-over-year). Pengiriman Perekamgambar tercatat hanya menyentuh 291.000 unit (turun 38%), Sambil Itu kerugian bersih non-GAAP membengkak hingga USD 36 juta, demikian dikutip detikINET Untuk Techspot, Kamis (3.
(asj/rns)
Anggoro Suryo Jati
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom yang fokus Ke Topik Keahlian. Lulusan Universitas Padjadjaran. Bergabung Dari 2014.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Merger Bersama Perusahaan AI, GoPro Selamat Untuk Kebangkrutan











