Jakarta –
Komunitas khawatir AI Berencana Memutuskan alih lapangan pekerjaan mereka. Akan Tetapi Untuk Google, yang terjadi Di ini adalah AI justru ‘memakan’ pendapatan perusahaannya sendiri.
Di laporan pendapatannya, para eksekutif perusahaan itu mengatakan bahwa Perkembangan kuat Ke Tren AI Google turut memicu perlambatan Perkembangan pendapatan. Itu Lantaran perusahaan menghasilkan uang Didalam iklan Di jumlah yang lebih sedikit Lewat AI dibandingkan Didalam pencarian tradisional.
Saham perusahaan induk Google, Alphabet, anjlok 12% Ke hari Kamis waktu setempat, Supaya menghapus nilai pasar hampir USD 500 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian Lewat browser merupakan fondasi Jaringan modern. Akan Tetapi, salah satu pertaruhan besar era AI adalah makin banyak orang Berencana berinteraksi Didalam Jaringan Lewat sudut pandang chatbot dan agen AI, yang secara radikal mengubah Pengalaman Hidup menggunakan web. Di ini, banyak orang hanya membaca ringkasan AI Ke Google Search dan tidak lagi menelusuri situs secara langsung.
Iklan Ke Search telah menjadi mesin pencetak uang Google Pada ini. Maka keputusan Google Sebagai merangkul AI berarti mereka harus Memutuskan risiko atas Usaha warisan yang telah membangun kekayaan mereka.
Terlepas Didalam masalah yang sangat besar tersebut, Google Mengungkapkan bahwa kita seharusnya memandang hilangnya pendapatan akibat kanibalisasi sebagai Penanaman Modal AI Untuk sebuah visi yang Ke akhirnya Berencana Mendominasi. Dan Google sangat optimis Berencana hal itu.
Argumen mereka terdengar meyakinkan. Pencarian, yang ditenagai Dari AI, Bisa Jadi benar-benar membuat User antusias. CEO Google Sundar Pichai mengatakan Penanaman Modal AI telah membantu Mendorong Perkembangan kueri pencarian tercepat Untuk perusahaannya Di lima tahun terakhir. Google seolah kembali menjadi Mula, Ke mana tingkat penggunaan lebih diutamakan dibandingkan pendapatan.
“Mayoritas kueri Ke Tren AI bersifat bertambah, yang Berencana menciptakan lebih banyak Kemungkinan monetisasi seiring berjalannya waktu. Kajian User kami Menunjukkan bahwa orang-orang merasa nyaman Didalam kehadiran iklan Ke ruang-ruang ini dan menganggapnya sangat relevan,” ujar Chief Business Officer Philipp Schindler yang dikutip detikINET Didalam Yahoo Finance.
Dan ketika ditanya mengenai potensi agen AI Sebagai menggerus pendapatan Didalam pencarian, Pichai menawarkan argumen serupa.
“Saya Berencana melihatnya sebagai Kemungkinan Sebagai ekspansi. Sama seperti beberapa tahun lalu, kemampuan memasukkan fungsi chat AI Di pencarian telah memungkinkan orang bertanya lebih banyak dan melakukan lebih banyak hal Lewat pencarian, dan hal itulah yang Di ini tercermin Di pola penggunaan kami,” sebutnya.
(fyk/afr)
Fino Yurio Kristo
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom yang fokus Ke berita Ilmu Pengetahuan.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Korbankan Pencarian Tradisional Untuk AI











