loading…
“Kita harus memperlambat laju peningkatan kemampuan model AI. Kemajuan Akansegera tetap terjadi Bersama cepat, dan kita perlu memanfaatkan waktu tambahan yang kita peroleh Bersama bijak,” demikian disampaikan CEO Anthropic, Dario Amodei, Ke situs web pribadinya.
Sebagai kepala perusahaan Pembaruan chatbot Claude, Amodei telah lama menjadi pendukung kuat Pembaruan AI tetapi juga berulang kali memperingatkan tentang risiko Ilmu Pengetahuan ini. Untuk artikelnya, ia berpendapat bahwa manusia dapat kehilangan kendali atas AI, Sambil Ilmu Pengetahuan tersebut dapat dieksploitasi Untuk melakukan serangan siber, bioterorisme, dan menyebabkan gangguan serius terhadapperekonomian.
Amodei mendesak para pemimpin industri Untuk bekerja sama guna menghindari “Kegagalan arah” dan risiko AI membahayakan umat manusia. “Jika kita terlalu lambat, saya masih percaya bahwa orang yang salah Akansegera mengendalikan Ilmu Pengetahuan ini. Itu Akansegera kembali sangat Memperbaiki risiko konsekuensi yang tidak diinginkan,” tulis Amodei.
CEO Anthropic percaya bahwa risiko Bersama AI sangat serius, Kendati Ilmu Pengetahuan ini juga dapat membawa perubahan positif Untuk umat manusia. Ia memperingatkan bahwa AI dapat berkembang begitu pesat Agar sekelompok Aktor Atau Aktris AI dapat mengendalikan seluruh Jaringan hanya Untuk 6-12 bulan, menyebabkan kerugian ratusan miliar Matauang Asing.
Artikel ini disadur –> Sindonews.com Indonesia: AI Melesat Cepat, Satu Persatu Bahaya Kecerdasan Buatan Terungkap











