Jakarta –
Madison Huang, putri tertua Di CEO Jensen Huang yang berusia 63 tahun dan telah memimpin Nvidia lebih Di 30 tahun, sering tampil Di publik bersama ayahnya, Supaya Menarik Perhatian banyak perhatian. Jensen Huang adalah salah satu manusia terkaya dunia Di harta diperkirakan Forbes USD 185 miliar (Rp 3.277 triliun).
Madison Huang, kini berusia 36 tahun, menjabat Direktur Senior Nvidia. Mutakhir-Mutakhir ini, ia Hadir Untuk Konferensi Android Sedunia 2026 Di Beijing. Sebelumnya, ia Berkunjung Hingga “Pabrik Data” yang Lagi dibangun LG Electronics Di kampus R&D Di Seoul.
Huang Mengadakan pertemuan tertutup Di para eksekutif Yang Terkait Di robotika Di LG Electronics dan Menyoroti kerja sama Di bidang kecerdasan buatan (AI) fisik dan robotika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran Huang sering tampil Di Di publik, beberapa pihak berspekulasi Jensen Huang Mungkin Saja Lagi Merencanakan putrinya sebagai penerus.
Menurut South China Morning Post, Huang adalah sarjana Seni Kearifan Lokal Makanan Di U.S. School of Culinary Arts. Ia lalu pindah Hingga Paris dan Memperoleh lisensi tata boga Di Le Cordon Bleu Di tahun 2013. Di 2014 hingga 2015, ia menyelesaikan kursus manajemen anggur dan manajemen Hotel Di cabang sekolah yang sama Di London.
Ia Setelahnya Itu bekerja sebagai Manajer pemasaran dan Pembaruan Di LVMH, Paris, Di empat tahun Sebelumnya Membahas kursus jangka pendek Di bidang AI Di MIT Sloan School of Business Di tahun 2019. Di 2020, ia bergabung Di Nvidia sebagai pemagang pemasaran, dipromosikan cepat, dan Di ini direktur senior.
Saudara laki-laki Madison, Spencer Huang, juga bekerja Di Nvidia. Seperti Madison, Spencer Sebelumnya juga bekerja Di industri restoran Di mengelola bar koktail Di Taiwan Sebelumnya bergabung Di Nvidia Di 2022.
“Kecerdasan buatan (AI) adalah pengubah permainan Di era ini dan rekan yang Akansegera membantu Anda memikirkan matang-matang apa yang Anda ciptakan,” kata Madison Di Seoul National University belum lama ini, Yang Terkait Di perkembangan AI, dikutip detikINET Di Maeil Business.
Ia Merangsang penerimaan dan pemanfaatan AI secara aktif Untuk pekerjaan. “Jangan takut, naiklah Hingga roket AI. Banyak yang takut kehilangan pekerjaan Lantaran AI, tapi tugas-tugas yang Akansegera digantikan Di AI hanyalah tugas berulang yang kita lakukan Sebelumnya, AI tidak dapat menghilangkan profesi itu sendiri,” tuturnya.
Sekalipun AI menggantikan tugas sederhana seperti pengodean yang biasanya dilakukan engineer, AI tak dapat menggantikan tujuan mendasar profesi Cara: memecahkan masalah dunia nyata Lewat sains dan Keahlian. Huang berulang kali Merangsang mahasiswa melakukan hal-hal yang membuat mereka takut.
“Sekolah adalah ruang paling aman Untuk hidup Untuk bereksperimen. Pergilah tinggal Di luar negeri, bekerjalah Di perusahaan yang membuat Anda merasa kecil, dan temuilah orang-orang Di Pengalaman Hidup yang sama sekali berbeda. Pengalaman Hidup yang terasa mengintimidasi justru menghasilkan Kemajuan terbesar,” sebutnya.
(fyk/asj)
Fino Yurio Kristo
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom yang fokus Di berita Keahlian.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Sosok Madison Huang, Putri Pewaris Manusia Rp 3.277 Triliun











