Manusia Rp 2.800 Triliun Tak Mau Tinggalkan Israel

Jakarta

Pertempuran yang berkecamuk Ke Timur Di dinilai membahayakan perusahaan Ilmu Pengetahuan yang berada Ke sana, termasuk Nvidia. Akan Tetapi demikian, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan perusahaannya tidak Berencana meninggalkan Israel.

“Saya telah ditanya beberapa kali, apakah kita masih Merencanakan Bagi berada Ke Israel? Kami 100% Ke Israel. Kami 100% mendukung keluarga-keluarga Ke sana. Kami 100% Ke Timur Di,” kata Jensen yang dikutip detikINET Bersama CTTech.

Berbicara Ke All-In Podcast, Huang menggambarkan situasi yang dihadapi Dari ribuan karyawan beserta keluarga mereka. “Awalnya, kami ada 6.000 keluarga Ke Timur Di. Kami juga punya banyak orang Iran Ke Nvidia dan keluarga mereka masih berada Ke Iran. Karena Itu, kami Memiliki banyak keluarga Ke sana,” ujarnya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Hal pertama adalah mereka cukup cemas. Mereka cukup khawatir, cukup takut. Kami memikirkan mereka sepanjang waktu. Kami terus Menyimak dan mengawasi mereka. Mereka Memperoleh 100% Pemberian kami,” tutur salah satu orang terkaya Ke dunia itu, Bersama harta menurut Forbes USD 163 miliar atau Disekitar Rp 2.800 triliun.

Huang juga Merespons pertanyaan yang mengenai prospek jangka panjang Ke kawasan tersebut. “Saya juga ditanya, mengingat apa yang terjadi Ke Timur Di, apakah itu area Ke mana kita yakin dapat memperluas kecerdasan buatan Hingga sana? Saya percaya bahwa ada alasan mengapa kita berperang dan saya percaya Ke akhir Pertempuran, Timur Di Berencana lebih stabil Bersama Sebelumnya Itu,” sebutnya.

Komentar tersebut mempertegas pernyataan Huang Sebelumnya Itu Ke konferensi Ilmu Pengetahuan CES awal tahun ini, Ke mana ia menyoroti peran karyawan Nvidia Ke Israel. “Skuat kami Ke Israel sangat luar biasa. Pengorbanan yang mereka lakukan Bagi satu sama lain, Bagi Bangsa mereka, sungguh luar biasa,” cetusnya kala itu.

Nvidia secara signifikan memperluas kehadirannya Ke Israel Dari akuisisi Mellanox Technologies senilai USD 6,9 miliar tahun 2019, yang menjadikan Bangsa tersebut sebagai pusat utama Bagi perusahaan.

Pada ini, Nvidia mempekerjakan Disekitar 6.000 orang Ke Israel. Bangsa Yahudi tersebut memainkan peran sentral Di Pembaruan beberapa Ilmu Pengetahuan kuncinya, termasuk chip canggih dan sistem jaringan.

Nvidia juga merencanakan pembangunan kampus Terbaru yang besar Ke Kiryat Tivon, yang diperkirakan mempekerjakan hingga 10.000 pekerja. Pada Mengeluarkan proyek tersebut tahun lalu, Huang mengatakan: “Israel adalah Tempattinggal Bagi beberapa pakar Ilmu Pengetahuan paling cemerlang Ke dunia dan telah menjadi Tempattinggal kedua Bagi Nvidia,” ujarnya.

(fyk/afr)


Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Manusia Rp 2.800 Triliun Tak Mau Tinggalkan Israel

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ