Rahasia RS Telogorejo Hemat Listrik Tanpa Bahayakan Pasien, Ini Peran Schneider Electric!

loading…

RS Telogorejo membuktikan bahwa efisiensi energi tak harus mengorbankan keselamatan Di sistem cerdas yang membaca data gedung. Foto: RS Telogorejo

SEMARANG – Biaya listrik Puskesmas naik 9% persen setiap tahun. Lalu Hingga RS Telogorejo Semarang, kenaikan itu berhenti. Malahan berbalik. Ke 2025, total pengeluaran listrik turun 5%. Menariknya lagi, bukan alat medisnya yang berubah. Tapi, gedungnya. Gedung RS Telogorejo Semarang bisa “membaca dirinya sendiri”.

Lampu menyala 24 jam. Chiller tidak boleh sembarangan berhenti. Ruang operasi harus menjaga suhu, kelembapan, dan tekanan udara. UPS harus siap ketika listrik utama terganggu.

Ada satu setengah detik yang Bisa Jadi tidak pernah dipikirkan pasien. Ketika listrik utama padam. Lampu operasi mati. Monitor bisa berhenti. Ventilator bisa berhenti. Untuk pasien yang Untuk berada Hingga Tatakan operasi, setengah detik bisa sangat panjang. Lantaran itu efisiensi energi Hingga Puskesmas tidak boleh diterjemahkan sebagai sekadar Memangkas pemakaian listrik.

Listrik harus hemat. Tapi juga harus sehat. Dan yang paling penting: harus tetap tersedia. Hingga sinilah Schneider Electric Menyediakan solusinya. Yakni, sebuah sistem agar Puskesmas bisa mengetahui apa yang terjadi Ke gedungnya sendiri.

Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia Reza Syarif menegaskan bahwa efisiensi energi tidak selalu berarti Memangkas konsumsi listrik. Akan Tetapi, memastikan energi digunakan secara tepat. “Pendekatan terintegrasi dan berbasis data penting dilakukan,” ungkapnya.

Bukan Membeli Alat Mutakhir

Kesalahan Individu paling umum ketika ingin melakukan efisiensi adalah langsung membeli Alat Mutakhir. Nah, RS Telogorejo memulai Di tempat yang lebih sederhana. Audit.

Pemetaan dilakukan Untuk mencari zona yang paling banyak mengonsumsi energi dan titik buta utilitas.

Panel listrik dipetakan. Sistem tata udara dipetakan. Lift juga. Tujuannya sederhana: mengetahui listrik itu sebenarnya pergi Hingga mana.

Pendekatan ini sejalan Di EcoConsult Walkthrough Assessment, yakni asesmen sistem kelistrikan dan otomasi gedung berbasis data Untuk menentukan kebutuhan modernisasi. Hingga dalamnya ada Audit for Power, Audit for Power Quality, dan Audit for Power Monitoring.

Ini Bisa Jadi terdengar tidak sehebat membeli mesin Mutakhir. Tetapi justru Hingga sinilah uang bisa dihemat. Sebab kalau sumber masalah belum diketahui, Alat Mutakhir bisa saja dipasang Hingga tempat yang salah.

Puskesmas tidak membutuhkan lebih banyak alat. Puskesmas membutuhkan lebih banyak informasi.

Nah, tahap kedua adalah membuat gedung Memperoleh mata. Alat Pengindera dan meteran daya digital dipasang Ke titik-titik yang sudah dipetakan. Kubikel PLN, UPS, dan sistem tata udara Lalu dihubungkan Hingga jaringan otomasi terpusat.

Artikel ini disadur –> Sindonews.com Indonesia: Rahasia RS Telogorejo Hemat Listrik Tanpa Bahayakan Pasien, Ini Peran Schneider Electric!

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ