Jakarta, CNN Indonesia —
Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Menyusun sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang bernama Polpay.
Polpay dikembangkan berdasarkan integrasi Antara Pendeteksi sidik jari Bersama Ilmu Pengetahuan Electric Data Capture (EDC). Sistem ini memungkinkan User melakukan autentikasi biometrik secara langsung Di bertransaksi.
Data biometrik Akansegera diproses menggunakan Ilmu Pengetahuan edge computing, lalu dienkripsi Bersama Logika Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) Sebelumnya Disalurkan Di server Lewat protokol SSL/TLS Sebagai pemrosesan Lebih Jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polpay dikembangkan Dari Regu yang beranggotakan Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Styanda dan M. Rakhma Aifil Indira.
Tiara yang merupakan ketua Regu tersebut menjelaskan bahwa Polpay merupakan alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan Bersama Ilmu Pengetahuan biometrik lainnya. Umumnya, sistem biometrik membutuhkan infrastruktur Bersama biaya tinggi.
“Lewat Pembaharuan ini, diharapkan Komunitas dapat menikmati Pengalaman Hidup pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung Di kartu maupun Gadget seluler,” jelas Tiara, melansir laman resmi UGM, Sabtu (15/8).
Menurut Tiara, Polpay dirancang sejalan Bersama Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 besutan Bank Indonesia. Ide awal dikembangkannya Pembaharuan ini Lantaran Indonesia belum Memiliki sistem pembayaran berbasis biometrik sidik jari.
Pada proses Pembuatan Polpay, Regu Merasakan banyak tantangan, salah satunya adalah proses memastikan seluruh sistem yang digunakannya Memiliki tingkat Perlindungan yang tinggi.
“Tantangan utama Untuk pembuatan Polpay adalah memastikan seluruh sistem yang ada Memiliki tingkat Perlindungan yang tinggi,” tutur Al Farabi.
Menurutnya, meski telah Lewat beberapa proses, ditemukan beberapa celah Untuk perlindungan data yang harus dikembangkan.
Sambil Itu, Fakhri menyoroti tantangan biaya Untuk proses Pembuatan sistem pembayaran ini. Pasalnya, Polpay diharapkan dapat menjadi sistem pembayaran Bersama harga terjangkau.
“Kami harus memutar otak Sebagai mencari solusi agar Ilmu Pengetahuan edge computing yang kami gunakan tetap dapat diterapkan Bersama biaya yang terjangkau,” jelas Fakhri.
Hingga Di Ini, Polpay telah lolos pendanaan PKM bidang Karsa Cipta sekaligus Menyusun diri Di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan Dari Universitas Diponegoro Di November mendatang.
(nad/lom)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Cuma Pakai Sidik Jari











