loading…
Perlombaan Di Bulan Lebih Panas. Foto/ Daily
Salah satu Dibagian roket Falcon 9, Bersama berat Di 4.000 kg, menabrak Bulan Di tanggal 5 Agustus, menciptakan gumpalan debu besar Di permukaan yang terlihat Bersama Bumi.
Tabrakan ini memunculkan pertanyaan yang Lebih mendesak: akankah perlombaanuntuk menjelajahiBulan, yang kini memasuki fase Terbaru, mengubah satelit alami terdekat Bumi menjadi “tempat pembuangan sampah” luar angkasa?
Dibagian roket Falcon 9 yang Terbaru-Terbaru ini jatuh Di Bulan hanyalah satu Bersama Di 3.000 objek buatan manusia yang tertinggal Di permukaan benda langit ini.
Beberapa ahli berpendapat bahwa sudah saatnya umat manusia memperlakukan lingkungan bulan yang masih alami Bersama lebih bertanggung jawab.
Sebelum era antariksa dimulai, Di 200 ton material yang berasal Bersama Bumi telah sengaja dikirim Di Bulan atau secara tidak sengaja jatuh Di permukaannya.
Beberapa pencapaian ini telah menjadi tonggak penting Untuk sejarah Pendalaman ruang angkasa.
Modul pendaratan Bersama keenam misi Apollo Amerika Serikat masih berada Di Bulan.
Kendaraan otonom Lunokhod buatan Soviet Bersama tahun 1970-an juga ada Di sana, bersama Bersama Mesin Otomatis Yutu 1 dan Yutu 2buatan Tiongkokyang dikerahkan Di tahun 2010-an.
Tetapi, tidak setiap objek Di Bulan dimaksudkan Sebagai ditinggalkan Bersama manusia.
Astronom dan sejarawan ruang angkasa Jonathan McDowell mengatakan bahwa banyak Dibagian roket dan objek lain yang telah diluncurkan Di orbit Di Bumi dan Bulan Sebelum misi pertama Di tahun 1960-an Mungkin Saja akhirnya jatuh Di permukaan satelit alami ini.
Empat tahun Sebelumnya Dibagian atas roket Falcon 9 jatuh Di Didekat kawah Einstein, sebagian Bersama roket Long March 3C buatan Tiongkok juga jatuh Di sisi jauh Bulan.
Para ahli meyakini bahwa peristiwa serupa dapat terjadi lebih sering Di tahun-tahun mendatang seiring Bersama meningkatnya Karya Pendalaman bulan.
Bulan memasuki era Pendalaman Terbaru, tetapi aturannya belum menyesuaikan diri.
“Kita berada Di titik transisi,” kata McDowell kepada Space.com. Menurutnya, umat manusia Lagi beralih Bersama periode ketika Pendalaman bulan terutama dilakukan Bersama AS dan Uni Soviet, dan Bersama frekuensi yang relatif rendah.
Artikel ini disadur –> Sindonews.com Indonesia: Perlombaan Di Bulan Lebih Panas, Ilmuwan Memperingatkan Ada Sesuatu yang Mengerikan











