Jakarta –
Usaha data center dunia masih Menunjukkan ruang luas Untuk tumbuh. Ada 5 Tren yang Akansegera berkembang tahun 2026.
Managing Director Equinix Indonesia, Haris Izmee mengatakan ekonomi digital Indonesia mulai fokus Di infrastruktur yang siap Untuk AI. Untuk itu, Equinix sebagai data center juga Merencanakan diri menyambut 5 Tren yang Akansegera tumbuh Di 2026 ini.
Yang pertama kata Haris adalah perubahan Di infrastruktur berdensitas rendah 2-5 kW Di infrastruktur berdensitas tinggi yang siap AI yang butuh 30 kW atau lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infrastruktur AI merupakan salah satu segmen Bersama Kemajuan tercepat Di Penanaman Modal pusat data, dan Indonesia tidak terkecuali. Hal ini butuh solusi pendinginan generasi berikutnya, termasuk desain yang siap Untuk liquid cooling.
“Tahun lalu masih banyak perusahaan masih eksperimen sama AI. Tahun ini kita lihat kemungkinan Akansegera banyak use case penggunaan AI,” kata Haris Di pertemuan Bersama media Di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Fasilitas seperti Equinix JK1 Di Jakarta, yang diluncurkan Di 2025, dirancang Untuk mendukung kepadatan yang siap AI Bersama interkoneksi privat berlatensi rendah. Tren kedua lanjut Haris adalah ekspektasi Always-On Di data center Merangsang ketahanan yang dirancang Dari awal (resilience by design).
Haris mengatakan data center diharapkan selalu aktif dan menyala. Downtime tidak lagi dapat diterima Untuk Pasar Online, Perkembangan Inovasi Teknologi Keuangan, gaming, maupun layanan digital real-time. Tren ketiga adalah kedaulatan data kini sudah menjadi persyaratan arsitektural Untuk data center.
Hari mengatakan, kedaulatan data Dari tahap perancangan adalah sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (Undang-Undang PDP) serta Peraturan Pemerintah No 71 (PP 71). Data pribadi yang bersifat sensitif perlu diproses Di Di negeri, Sambil Itu kolaborasi lintas Negeri harus didukung Dari perlindungan yang memadai, dokumentasi, serta jalur yang terkontrol.
“Konsumen juga sekarang sangat sensitif Yang Berhubungan Bersama kedaulatan data. Mereka ingin datanya Di Indonesia tapi mereka bisa pakai Perlindungan, AI, fitur, cloud dan sebagainya yang Di luar negeri,” kata dia.
Tren keempat adalah AI yang terdistribusi dan pengambilan keputusan Lebih bergeser lebih Didekat Di lokasi tempat data dibuat. Tren kelima adalah Hybrid Multi-Cloud menjadi model operasional standar.
Director of Sales Equinix Indonesia, Deon Montasser mengatakan model multi-cloud ini membantu perusahaan agar tidak tergantung Di satu penyedia dan mengoptimalkan biaya. Di Asia Pasifik, adopsi multi-cloud terus Menimbulkan Kekhawatiran Lantaran perusahaan mencari fleksibilitas dan ketahanan yang lebih besar.
Di kesempatan yang sama, Director of Product and Solution Marketing APAC Equinix, Anthony Ho menjelaskan industri Bersama use case AI tinggi adalah Biotech, layanan Kesejaganan, keuangan, insurtech, Ekspedisi, transportasi dan konstruksi. Untuk Indonesia, Deon mengatakan bank dan layanan keuangan menjadi industri yang paling membutuhkan data center.
(fay/fyk)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Makin Siap AI, Makin Terkoneksi











