Jakarta, CNN Indonesia —
Jumlah sesar aktif Hingga Daerah Indonesia Meresahkan Untuk tahun Hingga tahun. Di ini, total ada 401 sesar aktif pemicu gempa besar yang tersebar Hingga Tanah Air.
Guru Besar Fakultas Metode Sipil dan Lingkungan ITB Masyhur Irsyam mengatakan peningkatan jumlah sesar aktif ini bukan Lantaran Bumi bertambah retak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jumlah sesar aktif Meresahkan jauh dibandingkan pemetaan 2017. Ini bukan Lantaran bumi bertambah retak, melainkan data dan Studi kita Lebihterus maju,” ungkap Msyhur Untuk forum “Gempa Merusak dan Upaya Mewujudkan Bangunan Konsisten Gempa Bersama Ilmu Pengetahuan Seismic Base Isolation Hingga Indonesia” Hingga Jakarta, Rabu (10/12).
Ia menjelaskan pemutakhiran peta bahaya gempa ini menggabungkan lebih Untuk 100.000 katalog gempa Untuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMG), Lembaga Geologi Amerika Serikat (USGS), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Ilmu Pengetahuan (BPPT), yang telah diperbarui hingga tahun 2024.
Menurut dia seluruh hiposenter direlokasi menggunakan model 3D Sebagai Memperbaiki akurasi posisi dan karakteristik sumber gempa.
Untuk sisi geologi, Skuat yang dipimpin Prof. Danny Hilman Natawidjaja melakukan survei lapangan intensif, termasuk trenching, analisis karbon, serta pemetaan geomorfologi menggunakan SRTM resolusi tinggi dan LiDAR.
Hasil komprehensif ini membuat banyak sesar yang Sebelumnya belum terkonfirmasi kini dinyatakan aktif dan akhirnya masuk Hingga peta nasional.
“Secara keseluruhan, jumlah sumber gempa sesar aktif Terbaru Meresahkan menjadi 401, jauh lebih besar dibandingkan tahun 2017,” ujar Masyhur.
Secara rinci, lonjakan jumlah sesar aktif naik Untuk 52 menjadi 401 Untuk 14 Tahun. Pemutakhiran peta Menunjukkan Gaya kenaikan yang sangat besar:
- 2010: 52 sesar aktif
- 2017: 272 sesar aktif
- 2024: 441 sesar aktif
Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024 yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum juga Menginformasikan bahwa penambahan ini berasal Untuk survei geologi, geodesi, dan seismologi yang lebih rinci, serta penguatan jaringan Alat Pengindera BMKG.
Merujuk peta terbaru, Pulau Jawa dan Sumatra Merasakan lonjakan sesar aktif terbesar. Berikut rinciannya:
- Jawa: Segmen sesar Meresahkan Untuk 36 (2017) menjadi 82 (2024). Penemuan paling mencolok berada Hingga Jawa Dibagian utara, Untuk Surabaya-Semarang-Cirebon-Bandung hingga mendekati Jakarta.
- Sumatra: Untuk 56 segmen (2017) menjadi 86 segmen (2024). Termasuk pemutakhiran Ke Sesar Sumatra dan Toru fold-thrust belt.
- Nusa Tenggara-Banda: Bertambah 21 segmen menjadi 68 segmen.
- Sulawesi: Ada 77 sesar aktif yang tercatat. Jaringan sesar yang sudah kompleks kini Lebihterus detail Bersama pemutakhiran terbaru.
- Kalimantan: Untuk hanya 3 segmen (2017) kini menjadi 10 segmen, termasuk Hingga Daerah Ibu Kota Nusantara (IKN).
- Maluku-Papua: Sedikit turun Untuk 80 menjadi 78 segmen Lantaran penataan ulang segmentasi Sesar Seram.
Peta Terbaru ini menegaskan bahwa Indonesia berada Hingga salah satu kawasan paling aktif secara tektonik Hingga dunia. Selain zona subduksi besar Hingga Sumatra, Jawa, dan NTT, keberadaan jaringan sesar dangkal yang Lebihterus rinci Menunjukkan potensi gempa merusak dapat terjadi Hingga banyak Daerah yang Sebelumnya Disorot lebih aman.
Hingga Jawa Dibagian utara, misalnya, identifikasi struktur Terbaru menegaskan potensi gempa Hingga kawasan padat penduduk yang Pada ini Disorot relatif stabil. Sambil Hingga Sulawesi, Komitmen sesar Alat Pukul-Koro, Matano, Walanae, dan struktur lain menciptakan sistem tektonik yang sangat rumit.
Ia menegaskan bahwa penambahan sesar aktif Akansegera berdampak Ke peningkatan nilai bahaya gempa (seismic hazard) Hingga banyak Daerah. Temuan Terbaru ini menjadi dasar penyempurnaan berbagai standar konstruksi, termasuk SNI 1726 Sebagai bangunan Konsisten gempa.
“Peningkatan jumlah sumber-sumber gempa ini tentunya Akansegera Memperbaiki nilai bahaya dan risiko Hingga Di,” ucapnya.
(wpj/dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Sesar Aktif Hingga Indonesia Melonjak Drastis, Terbanyak Hingga Pulau Sumatra









