Jakarta, CNN Indonesia —
Xiaomi Indonesia buka suara soal aturan Terbaru smartphone wajib Memiliki baterai yang bisa dilepas pasang.
Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, mengatakan pihaknya belum dapat Menyatakan Pendapatnya Yang Berhubungan Didalam penyesuaian Di aturan Ke Uni Eropa tersebut, termasuk dampaknya Untuk produk yang Akansegera dipasarkan Ke Indonesia.
“Yang Berhubungan Didalam hal tersebut, Di ini kami belum dapat Menyediakan komentar Lebih Jelas. Akan Tetapi Ke prinsipnya, setiap produk Xiaomi yang dipasarkan Akansegera selalu disesuaikan dan memenuhi regulasi yang berlaku Ke masing-masing Bangsa, termasuk Indonesia,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uni Eropa bakal menerapkan aturan Terbaru yang mewajibkan produsen elektronik, termasuk smartphone, menyematkan baterai yang bisa dilepas pasang Ke perangkatnya mulai 2027.
Langkah ini menyusul regulasi yang ditetapkan Ke 2023 lalu, sebagai Pada Untuk Keputusan ‘Right to Repair’ Sebagai mengatasi masalah degradasi baterai sekaligus Memangkas limbah elektronik.
Di Itu, regulasi ini juga bertujuan Meningkatkan kemudahan perbaikan Gadget seluler sebagai Pada Untuk upaya ramah konsumen.
Baterai lepas pasang sebetulnya sempat menjadi Pada Untuk Keahlian HP beberapa dekade lalu. Akan Tetapi semenjak Keahlian smartphone, khususnya kemunculan iPhone Untuk Apple, kini produsen lain membuat baterai menjadi ‘tertanam’ Ke Gadget seperti HP dan tablet.
Melansir Tech Radar Ke Kamis (23/4), Walaupun aturan ini hanya berlaku Ke Area Uni Eropa, mekanisme produksi massal Internasional diprediksi Akansegera membuat Gadget Ke pasar Bangsa lain turut terdampak Dari perubahan desain ini.
Hal serupa terjadi ketika Uni Eropa mewajibkan penggunaan port Type-C yang akhirnya mengubah desain iPhone 15 hingga iPhone generasi terbaru.
Meski demikian, aturan ini tidak secara otomatis membuat Telepon Genggam Akansegera kembali Hingga desain lawas Didalam casing yang bisa dibuka langsung Dari konsumen. Regulasi ini secara spesifik merujuk Ke baterai yang dapat diganti Dari konsumen tanpa memerlukan alat khusus, kecuali jika alat tersebut sudah disertakan secara gratis Untuk kemasan produk.
Ini artinya produsen kemungkinan tetap Akansegera menggunakan Alat atau pengait tertentu, tapi mereka wajib menyediakan alat pembongkar kecil Untuk paket pembelian agar baterai tetap bisa dilepas secara mandiri Dari konsumen.
Tak hanya menyasar Telepon Genggam dan tablet, Kacamata pintar juga masuk Untuk daftar Gadget yang terdampak. Justru, konsol terbaru seperti Nintendo Switch 2 dikabarkan Ditengah dikembangkan Didalam Mengkaji kemudahan penggantian baterai ini.
(lom/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Xiaomi Indonesia Respons Aturan Baterai HP Wajib Bisa Lepas Pasang









