Jakarta, CNN Indonesia —
Uni Eropa mengancam Sebagai menindak Meta Lantaran telah memblokir chatbot kecerdasan buatan (AI) Rival Bersama platform pesan instan mereka, WhatsApp.
Ke Senin (9/2), Komisi Eropa mengatakan bahwa WhatsApp Business melanggar aturan antimonopoli UE.WhatsApp Business merupakan Langkah yang dirancang Sebagai digunakan Bersama Usaha Di berinteraksi Bersama pelanggan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Itu, pembaruan WhatsApp Business Ke Oktober lalu membuat asisten AI satu-satunya yang dapat digunakan Ke WhatsApp adalah Meta AI. Meta AI merupakan agen AI yang dikembangkan Bersama Meta yang juga pemilik Facebook dan Instagram.
Komisi Eropa Berkata Meta adalah Olahragawan dominan Ke pasar pesan Ke UE dan “menyalahgunakan” posisi ini Bersama “menolak akses WhatsApp kepada Usaha lain”.
Komisi ini mengatakan posisi tersebut dapat menyebabkan “kerusakan serius dan tidak dapat diperbaiki Ke pasar.”
Mereka mengatakan bahwa WhatsApp Disorot sebagai pintu masuk penting Bagi chatbot AI seperti ChatGPT milik OpenAI Sebagai menjangkau konsumen.
Peringatan ini muncul Ke Di ketegangan yang Menimbulkan Kekhawatiran Di otoritas Eropa dan pemerintahan Donald Trump Yang Berhubungan Bersama regulasi perusahaan Keahlian AS.
Komisaris Eropa dilaporkan Di bersiap Sebagai memperketat penegakan aturan anti-monopoli utamanya, Sambil Itu pemerintahan Trump menyebut hal tersebut sebagai “diskriminatif” Di perusahaan AS.
“Sangat jelas bahwa kita perlu mempertahankan, menerapkan, dan menegakkan aturan kita, Sebagai mempertahankan pasar kita, pasar yang berfungsi Bersama baik,” kata Komisaris Persaingan UE, Teresa Ribera, dikutip Bersama The Guardian, Senin (9/2).
Ke Desember, AS Memutuskan Pembatasan Di mantan Komisaris Eropa Thierry Breton serta empat aktivis Eropa lainnya, Bersama tuduhan melakukan Alat Pengindera dan “menekan pandangan Amerika”.
Langkah ini secara luas Disorot sebagai eskalasi atas respons regulasi Eropa Di platform Keahlian AS.
Breton Lalu mengajukan banding Di Pembatasan tersebut, dan Komisi Eropa telah Memperkenalkan Berencana mendukungnya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan respons AS Di langkah-langkah UE Di WhatsApp, Ribera mengatakan tak mengetahui bagaimana tafsir Bersama pihak luar.
“Saya tidak tahu bagaimana hal ini Berencana ditafsirkan Bersama pemerintah mana pun, tetapi menurut saya, ini tidak Yang Berhubungan Bersama Bersama politik, melainkan Yang Berhubungan Bersama Bersama pasar yang berfungsi Bersama baik,” katanya.
Ke sisi lain, juru bicara Meta mengatakan tidak ada alasan Bagi UE Sebagai ikut campur Di Usaha API WhatsApp.
“Faktanya, tidak ada alasan Bagi UE Sebagai campur tangan Di WhatsApp Business API. Ada banyak opsi AI dan orang dapat menggunakannya Bersama toko Langkah, Os, Gadget, situs web, dan kemitraan industri,” tuturnya.
(lom/dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: WhatsApp Blokir Chatbot AI Rival, Meta Bakal Ditindak







