Jakarta –
Seiring meningkatnya ancaman serangan siber, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta seluruh operator seluler Bagi Menampilkan fitur anti-spam dan anti-scam guna melindungi pelanggan Untuk ancaman Mengelabui Orang Lain online.
Modus kejahatan digital Lebihterus beragam dan mengancam Komunitas Indonesia. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 Untuk Dunia Anti-Scam Alliance (GASA) Menunjukkan hampir dua pertiga Komunitas Indonesia pernah Berjuang Bersama upaya Mengelabui Orang Lain, Bersama lebih Untuk sepertiga Bersama Sebab Itu korban Untuk 12 bulan terakhir. Rata-rata setiap korban Merasakan Mengelabui Orang Lain hingga 2,2 kali.
Di Itu, menurut data OJK, Dari berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) Ke 22 November 2024 sampai Bersama 14 Januari 2026, IASC telah Merasakan pengaduan Mengelabui Orang Lain Untuk konsumen Bersama total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun, yang berdampak langsung Ke stabilitas ekonomi, kepercayaan publik, dan Kesejaganan Komunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Pejabat Tingginegara Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Komdigi mendukung penuh inisiatif operator seluler yang telah lebih dulu Membuat Keahlian Upaya Mencegah spam dan scam, termasuk Bersama memanfaatkan kecerdasan buatan atau Ai (AI) seperti yang diterapkan Indosat Ooredoo Hutchison.
“Komdigi mendukung penuh inisiatif ini. Ini sesuai Bersama surat edaran Pejabat Tingginegara Bagi mencegah spam dan scam dan kita Menyediakan apresiasi yang tinggi atas upaya Indosat Bersama menggabungkan Keahlian Mutakhir seperti Ai Bagi memerangi yang namanya spam dan scam ini,” ujar Nezar, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, pemerintah juga Merangsang agar operator seluler lainnya mengikuti langkah serupa, Malahan memperkuat kolaborasi antar operator Bagi mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan siber.
“Kita juga Merangsang agar semua operator seluler yang lain mengikuti inisiatif seperti ini, dan kalau bisa kolaborasi diperkuat agar semua operator Di Indonesia bisa lebih aktif Bagi mencegah spam dan juga scam,” jelasnya.
Nezar mencontohkan beberapa fitur yang sudah tersedia Di masing-masing operator, seperti SatSpam milik Indosat, Tri AI Ke operator Tri, Setelahnya Itu fitur serupa Siscamling yang telah dikembangkan Telkomsel.
“Kita berharap operator seluler lainnya juga mengikuti. Karenanya kita melakukan Pertempuran Pada scam dan spam ini Dari Untuk hulunya,” ungkap Nezar.
Nezar menambahkan, pemerintah Akansegera terus berkomunikasi dan berkolaborasi Bersama seluruh pemangku kepentingan Di sektor Telecom Bagi menekan kejahatan siber Di Indonesia.
“Bersama Sebab Itu kita terus berkomunikasi, berkolaborasi Bersama stakeholder Di jaringan Telecom kita Bagi mencegah kejahatan-kejahatan siber ini,” kata Wamenkomdigi.
Ke kesempatan yang sama, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, mengatakan bahwa ancaman scam dan spam Akansegera terus berkembang Supaya pihaknya Akansegera terus Menantikan ancaman tersebut.
“Kami harus lima langkah lebih awal daripada spam dan scam ini Bagi menciptakan kepercayaan Untuk konsumen. Indosat Berkolaborasi Bersama Komdigi dan Tanla Bagi terus menciptakan fitur-fitur terbaru,” ucap Vikram.
Dari Menampilkan fitur anti-scam dan anti-spam enam bulan lalu, Indosat mengklaim telah memblokir lebih Untuk dua juta panggilan, pesan, dan tautan berbahaya.
Berdasarkan data internal perusahaan, modus yang paling sering terdeteksi meliputi Mengelabui Orang Lain OTP, phishing, dan undian palsu, Bersama saluran utama Lewat SMS dan panggilan suara.
Intensitas kejahatan digital ini juga cenderung Menimbulkan Kekhawatiran Ke momen tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja online, hingga masa pencairan Pemberian sosial.
Tak hanya mengandalkan Keahlian, Indosat juga Merangsang partisipasi pelanggan. Dari diluncurkan, lebih Untuk 2,5 juta Pemakai telah mengaktifkan fitur perlindungan ini Lewat Gadget Lunak, serta melaporkan lebih Untuk 124 ribu nomor yang terindikasi digunakan Bagi Aksi Ketidak Setujuan Mengelabui Orang Lain.
(agt/agt)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Wamenkomdigi Minta Operator Seluler Kompak Lawan Spam dan Scam











