Jakarta –
Laporan terbaru Di Counterpoint Research Memberi gambaran Menarik Perhatian mengenai pencapaian sangat besar Di para Manajer besar Ke industri foundry chip.
Lembaga Kajian tersebut kini Memperkenalkan istilah Foundry 2.0 Sebab lanskap industri Pada ini dinilai jauh lebih kompleks dan Memperoleh banyak aspek dibandingkan Usaha pembuatan chip tradisional. Trend Populer ini membawa keuntungan melimpah Untuk para produsen silikon, Di TSMC yang muncul sebagai Manajer paling kaya Ke Di semuanya.
Berdasarkan studi Dunia Foundry 2.0 yang Terbaru saja dirilis, para produsen semikonduktor berhasil mengumpulkan pendapatan total sebesar USD 320 miliar atau Disekitar Rp 5.120 triliun sepanjang tahun 2025. Pasar ini tercatat tumbuh sebesar 16 persen dibandingkan tahun Sebelumnya Itu, demikian dikutip detikINET Di Techspot, Senin (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua pihak sudah memahami bahwa pendorong utama lonjakan ini adalah permintaan tinggi Sebagai chip AI. Permintaan yang terus tumbuh Di akselerator AI telah Mendorong pasar Ke level tertinggi Terbaru, ditambah Di peran proses pengemasan canggih yang Lebihterus krusial.
TSMC Lebihterus mengukuhkan posisinya sebagai Manajer foundry murni terbesar Ke dunia Di Kemajuan masif mencapai 36 persen secara tahunan Ke 2025. Perusahaan raksasa asal Taiwan ini memproduksi chip Sebagai beberapa perusahaan Keahlian terbesar Ke dunia.
Pada ini, TSMC Justru harus Berjuang Di kendala kapasitas produksi yang signifikan dan berkepanjangan Sebab para pelanggan terus meminta pasokan yang lebih banyak lagi.
Ke luar pencapaian TSMC, para Manajer foundry murni lainnya Merasakan Kemajuan yang lebih moderat sebesar 8 persen Ke 2025. Vendor asal China mencatatkan hasil yang cukup baik berkat peningkatan upaya lokalisasi domestik mereka.
Laporan Counterpoint juga menyoroti hasil positif yang dicapai Di Manajer Outsourced Semiconductor Assembly and Test atau OSAT, yang pendapatannya tumbuh sebesar 10 persen. Perusahaan OSAT kini menyerap limpahan permintaan yang tidak lagi bisa dipenuhi Di TSMC, terutama Di pengujian solusi silikon Terbaru Sebagai beban kerja AI.
Sambil Itu, Samsung yang menempati posisi kedua Sesudah TSMC Merasakan tahun yang cukup bervariasi. Tetapi, Counterpoint Mengantisipasi raksasa Korea Selatan ini Akansegera Merasakan peningkatan signifikan Ke 2026 berkat upaya diversifikasi. Samsung dilaporkan telah memperoleh desain bernilai tinggi, dan permintaan Sebagai node Pabrik 4nm mereka tergolong sangat kuat. Foundry asal China seperti SMIC yang tumbuh 16 persen dan Nexchip sebesar 24 persen juga diprediksi Akansegera terus berkembang Ke 2026.
Model Foundry 2.0 ini mencerminkan pergeseran bertahap Di model murni tradisional Ke ekosistem yang lebih terintegrasi. Hal ini berarti adanya keselarasan yang lebih erat Di desain, Pabrik, hingga pengemasan chip.
Tujuannya adalah Sebagai Meningkatkan efisiensi Ke tingkat sistem serta mengoptimalkan total biaya kepemilikan Untuk para pelanggan Ke seluruh dunia. Pengemasan tingkat lanjut sendiri diperkirakan bakal tumbuh pesat hingga 80 persen Ke 2026 mendatang.
(asj/fay)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Usaha Pembuatan Chip Tembus Rp 5.120 Triliun Di 2025











