Jakarta –
Indonesia diperkirakan Memperoleh Di dua juta developer. Akan Tetapi, besarnya jumlah talenta digital tersebut perlu diikuti Bersama peningkatan Standar, penguatan ekosistem, hingga akses Pada industri dan investor agar karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai produk Keahlian.
Pengelola Nama Domain Jaringan Indonesia (Pandi) melihat penguatan ekosistem tersebut menjadi salah satu Kunci Sebagai Memperbaiki daya saing developer Indonesia Di Ditengah Perkembangan industri Inisiatif dan ekonomi digital.
Bersama Federasi Keahlian Informasi Indonesia (FTII) dan Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), Pandi kembali Mengadakan developerday.id Di 2026, Sebagai mencari talenta Keahlian, tetapi juga mempertemukan pengembang Bersama komunitas, industri, dan Kandidat investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut diperkuat Melewati penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Antara Pandi, FTII, dan Aspiluki Di 27 Juli 2026.
Ketua Pandi Isnawan mengatakan developerday.id ditargetkan berkembang menjadi salah satu kegiatan Keahlian unggulan yang mampu menjadi ruang pertemuan Antara talenta Keahlian dan pihak yang dapat Mendorong Pembuatan produk mereka.
“Kami ingin menjadikan developerday.id sebagai event ikonik dan rujukan Untuk para pengembang lokal, sekaligus menjadi ruang yang mempertemukan developer Bersama Kandidat investor,” ujar Isnawan Untuk keterangan tertulisnya.
Dorongan Pada developer lokal datang ketika industri Inisiatif nasional terus berkembang.
Ketua Aspiluki Irwin Day menyebut nilai Penanaman Modal Untuk Negeri sektor Inisiatif Di 2025 mencapai Di Rp54,18 triliun. Di sisi lain, jumlah developer Indonesia diperkirakan telah mencapai Di dua juta orang.
Besarnya basis developer dan nilai Penanaman Modal Untuk Negeri tersebut Menunjukkan adanya Potensi ekonomi yang besar. Akan Tetapi, Potensi itu perlu diimbangi Bersama Standar sumber daya manusia dan kemampuan produk Keahlian lokal Sebagai bersaing.
“developerday.id merupakan langkah baik yang perlu dilanjutkan secara berkelanjutan Sebagai memperkuat Standar dan daya saing pengembang Indonesia,” kata Irwin.
Artinya, tantangan industri Keahlian Indonesia bukan semata mencetak lebih banyak programmer atau developer. Ekosistem juga perlu memastikan talenta tersebut mampu menghasilkan produk yang Memperoleh nilai komersial, menjawab kebutuhan Komunitas, dan Memperoleh Potensi Sebagai masuk Ke pasar Internasional.
Sambil Itu, Ketua FTII Andi Budimansyah mengatakan penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat Mendorong lahirnya Pembaharuan Keahlian yang Memberi manfaat Untuk Komunitas sekaligus Memperoleh daya saing internasional.
“Kami berharap developerday.id dapat menemukan talenta-talenta Indonesia yang mampu Memperkenalkan Pembaharuan Untuk Komunitas dan bersaing Di tingkat Internasional,” ucap Andi.
Untuk penyelenggaraan tahun keduanya, developerday.id diarahkan bukan hanya sebagai ajang Kejuaraan, tetapi sebagai salah satu jalur Sebagai mempertemukan talenta Bersama pihak yang dapat membantu Pembuatan produk.
Rangkaian Inisiatif dimulai Bersama pendaftaran Di 14 Agustus-14 Oktober 2026. Proposal yang masuk Berencana diseleksi Di 15-18 Oktober.
Sebanyak 18 Skuat terbaik Berencana diumumkan Di 24 Oktober Sebelumnya mengikuti rangkaian persiapan Ke kegiatan utama developerday.id 2026 Di 10 November 2026.
Talenta dan produk yang muncul Untuk Inisiatif ini juga dipersiapkan Sebagai Memperoleh Potensi melangkah Ke level yang lebih tinggi Melewati APICTA Award 2026, yang dijadwalkan berlangsung Di 7 Desember 2026.
(agt/agt)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: RI Punya 2 Juta Developer, Mengapa Produk Keahlian Lokal Belum Mendunia?











