Jakarta –
Eskalasi konflik Hingga kawasan Teluk Persia yang terjadi Di Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS) tidak hanya berdampak Di stabilitas Politik Global dan energi dunia. Infrastruktur Duniamaya Dunia yang bergantung Di kabel bawah laut juga ikut terancam terganggu, salah satunya proyek kabel bawah laut Meta.
Konsorsium yang dipimpin induk perusahan Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Threads itu dilaporkan menghentikan Sambil Itu pengerjaan salah satu segmen penting proyek kabel 2Africa, yakni 2Africa Pearls, akibat memanasnya situasi Keselamatan Hingga Teluk Persia.
Segmen 2Africa Pearls merupakan Pada penting Untuk jaringan kabel bawah laut 2Africa yang dirancang Bagi memperkuat konektivitas digital Di Afrika, Timur Di, dan Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana dikutip Untuk Capacity Dunia, Selasa (24/3/2026) jalur kabel laut sejauh 45 ribu kilometer ini direncanakan menghubungkan sejumlah titik pendaratan kabel Hingga kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Arab Saudi, Irak, Pakistan, hingga India.
Akan Tetapi situasi Keselamatan Hingga kawasan tersebut membuat pekerjaan konstruksi tidak dapat dilanjutkan Bagi Sambil Itu waktu.
Menurut sumber yang mengetahui tentang proyek tersebut, Alcatel Submarine Networks (ASN), kontraktor milik Negeri Prancis yang bertanggung jawab atas pemasangan kabel, telah Mengungkapkan keadaan kahar dan menghentikan operasi Hingga Area Teluk Persia.
Perusahaan tersebut Justru Menerbitkan pemberitahuan force majeure, yang menandakan pekerjaan tidak dapat dilanjutkan Sebab Situasi Keselamatan yang dinilai tidak memungkinkan Bagi kapal dan kru Bagi beroperasi Hingga Area tersebut.
Penundaan ini menjadi pukulan Bagi proyek konektivitas digital Dunia yang sangat ambisius. Sistem kabel 2Africa dirancang menjadi salah satu jaringan kabel bawah laut terbesar Hingga dunia. Sebagian besar jaringan ini telah dipasang Hingga Di benua Afrika.
Proyek ini digagas Bersama konsorsium perusahaan Keahlian dan Komunikasi Dunia yang dipimpin Meta Bagi Memperbaiki kapasitas bandwidth internasional, memperkuat ketahanan jaringan, serta menurunkan biaya konektivitas Duniamaya Hingga berbagai Area berkembang.
Analis industri mencatat bahwa penghentian ini menyoroti meningkatnya kerentanan infrastruktur bawah laut Di ketidakstabilan Politik Global.
Sebagai informasi bahwa kabel bawah laut membawa sebagian besar lalu lintas Duniamaya internasional, dan gangguan atau penundaan Untuk penyebarannya dapat berdampak luas Di konektivitas regional, Standar layanan, dan pembangunan ekonomi.
Bagi konsorsium, prioritas utama adalah Menyimak Situasi Keselamatan dan Menilai opsi Bagi melanjutkan pekerjaan Setelahnya lingkungan operasional stabil.
Sambil Itu, aspirasi yang lebih luas Untuk 2Africa, yang sudah menjadi sistem kabel bawah laut terbesar Hingga dunia berdasarkan panjang yang direncanakan, tetap menjadi pusat Bagi menjembatani kesenjangan digital Hingga tiga benua.
(agt/agt)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Proyek Duniamaya Raksasa Meta Mandek Akibat Konflik Bersenjata Iran vs Israel-AS Hingga Teluk









