Gadget  

Prosesor Masa Di Diprediksi Punya 512 Core

Jakarta

Meski sudah lama Memperkenalkan desain multi-core, prosesor (CPU) modern Pada ini masih kalah efisien dibandingkan chip Grafik (GPU) Untuk menangani beban kerja komputasi paralel yang masif. Akan Tetapi, menurut bos Arm, konstelasi ini diyakini Berencana segera berubah drastis Untuk beberapa tahun Hingga Di.

Untuk laporan pendapatan kuartal keempat tahun fiskal 2026 Terbaru-Terbaru ini, CEO Arm, Rene Haas, membagikan pandangannya mengenai Gaya Gadget komputasi Hingga masa Di. Ia Meramalkan bahwa CPU Ke akhirnya Berencana melampaui GPU Untuk hal total jumlah core (inti pemrosesan). Pendorong utama Hingga balik pergeseran besar ini adalah Agentic AI yang Ditengah berkembang pesat.

Permintaan Komputasi Agentic AI

Agen AI (AI agents) Pada ini digadang-gadang sebagai langkah besar berikutnya Untuk evolusi Inisiatif kecerdasan buatan. Model canggih ini diyakini Berencana segera mampu mengotomatisasi hampir segala jenis pekerjaan. Kendati Kajian terbaru Bersama Microsoft Menunjukkan bahwa agen AI masih kesulitan menangani tugas kompleks berdurasi panjang, para eksekutif Ilmu Pengetahuan tetap optimistis menyambut era Terbaru ini.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai bisa beroperasi secara maksimal lintas beban kerja, agen-agen AI ini Berencana menuntut sumber daya komputasi yang luar biasa besar. Industri semikonduktor dituntut Sebagai Mengadaptasi, dan Dari Karena Itu, jumlah core Ke CPU diyakini Berencana terus melonjak.

Haas Meramalkan arsitektur CPU server masa Di bisa menampung hingga empat kali lipat lebih banyak core dibandingkan desain yang ada Pada ini. Gaya ini Malahan diprediksi bisa membuka Potensi Usaha Terbaru senilai lebih Bersama USD 100 miliar Ke 2030.

Mentoknya Batas Fisik GPU

Mengapa peran ini Berencana diambil alih Dari CPU dan bukan GPU? Haas menjelaskan bahwa akselerator AI berbasis GPU modern, seperti chip Blackwell atau Rubin buatan Nvidia, Pada ini sudah mendekati batasnya.

Artinya, ukuran fisik chip GPU sudah mencapai batas area maksimum yang bisa dicetak Dari mesin litografi (alat pencetak silikon). Hingga sisi lain, ruang Pembaruan fisik CPU masih jauh lebih longgar Sebagai ditingkatkan skalanya. Sebab itulah, jumlah core CPU Berpotensi Sebagai berlipat ganda atau Malahan melesat empat kali lipat Untuk rentang waktu yang relatif singkat.

Pertarungan Di Era 512 Core

Bersama Detail, Haas turut menyoroti kapabilitas perusahaannya Untuk menggenjot jumlah core Ke desain CPU berbasis arsitektur Arm. Sebagai gambaran Kejuaraan chip server Pada ini:

  • Arm: Terbaru saja Memperkenalkan AGI CPU yang membawa hingga 126 core.
  • Intel: Telah Membuat desain CPU server (Xeon) yang memuat hingga 288 efficiency core (E-core) berarsitektur x86.
  • AMD: Diprediksi Berencana menyentuh angka 256 core Melewati prosesor Epyc berbasis Zen 6.

Hingga depannya, Haas membayangkan sebuah lompatan gila Hingga mana desain CPU Berencana memuat 256 core, Malahan hingga 512 core. Bersama jumlah “otak” komputasi yang begitu masif Hingga Untuk satu chip, efisiensi konsumsi listrik Berencana menjadi Kunci penentu.

Untuk skenario tersebut, Arm diyakini Berencana sangat diuntungkan Sebab arsitektur mereka secara historis terbukti Memperoleh efisiensi daya yang jauh lebih tangguh dibandingkan para pesaingnya yang mengandalkan arsitektur x86, demikian dirangkum detikINET Bersama TechSpot, Sabtu (16/5/2026).

(asj/hps)



Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Prosesor Masa Di Diprediksi Punya 512 Core

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ