Orangutan Tapanuli Sisa 800 Ekor, Habitat Batang Toru Direstorasi


Jakarta, CNN Indonesia

Upaya Perawatan Ekosistem Batang Toru memasuki Putaran Mutakhir Hingga Desa Aek Haminjon, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Langkah restorasi berbasis komunitas ini menyasar lahan terdampak bencana Genangan Air dan longsor Sumatra akhir 2025 seluas 159 hektare (ha), sekaligus menjadi langkah kritis Di upaya penyelamatan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang populasinya hanya tersisa Disekitar 800 individu Hingga seluruh dunia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah ini dijalankan Melewati dokumen kesepakatan konservasi Komunitas yang disusun Dari Konservasi Indonesia bersama Sumatra Rainforest Institute (SRI), Di melibatkan penduduk desa setempat. Desa Aek Haminjon Memperoleh luas Daerah 11.510 ha dan secara ekologis berfungsi sebagai penyangga Cagar Alam Dolok Sipirok, yang tercatat sebagai Dibagian Di Kawasan Keanekaragaman Hayati Kunci Internasional.

Sundaland Langkah Director Konservasi Indonesia Jeri Imansyah mengatakan, model pengelolaan partisipatif ini dirancang Bagi mengintegrasikan target perlindungan habitat satwa liar sekaligus Ketahanan sumber penghidupan Pertanian Komunitas setempat.





Ia menjelaskan, mayoritas penduduk Desa Aek Haminjon menggantungkan hidup Di Karya Pertanian, perkebunan, serta pemanfaatan hasil hutan. Daerah ini memegang posisi yang sangat strategis Di konservasi Lantaran berbatasan langsung Di Cagar Alam Dolok Sipirok Hingga Blok Timur Ekosistem Batang Toru.

“Kawasan tersebut merupakan Tempattinggal Bagi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), yang kini berstatus kritis (critically endangered) menurut IUCN Di estimasi Penduduk Dunia Internasional yang tersisa hanya Disekitar 800 individu,” ucap Jeri, Di keterangan resminya, Kamis (18/6).

Restorasi ditargetkan menanam 35 ribu hingga 49 ribu batang Produk Internasional utama, meliputi pohon Minuman Kafein, karet, cokelat, dan durian. Berdasarkan pengamatan citra satelit, teridentifikasi deforestasi seluas kurang lebih 11 ha Hingga Daerah yang berbatasan langsung Di desa akibat Karya manusia dan penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan.

“Pentingnya Perawatan Bagi Daerah Desa Aek Haminjon didasari atas fungsinya yang vital sebagai habitat satwa liar Hingga zona penyangga kawasan konservasi, seperti orangutan Tapanuli, harimau Sumatra, tapir, trenggiling, serta berbagai jenis fauna yang Memperoleh nilai konservasi tinggi,” tambah Jeri.

Dua zona restorasi

Pelaksanaan restorasi dibagi Di dua zona. Zona pertama mencakup area Di tingkat gangguan tinggi yang dicirikan Dari tutupan lahan terbuka, seperti kebun karet tua dan lahan jagung yang minim pohon besar. Zona kedua berupa area Di tingkat gangguan rendah berbentuk hutan sekunder relatif Pertemuan, Tetapi tetap memerlukan intervensi vegetasi.

Kebutuhan bibit Hingga masing-masing zona berkisar Antara 200 hingga 400 batang per hektare. Sebelumnya penanaman, dilakukan serangkaian tahapan teknis ilmiah, dimulai Di penyediaan data dasar Kebugaran tutupan lahan berbasis foto udara, dilanjutkan survei keanekaragaman hayati vegetasi sebagai pembanding evaluasi pascatanam.

Direktur SRI Dony Saputra menyebut, data survei yang terhimpun Sebelum 2020 Menunjukkan kehilangan tutupan hutan sebagai faktor utama penyebab longsor, Genangan Air, dan penurunan Penduduk Dunia satwa.

“Intervensi pengayaan lahan perkebunan Komunitas ini menjadi strategi konservasi yang sangat aman, sebab memulihkan Mutu ekologi tanpa mengorbankan ketahanan Ketahanan Pangan warga, sekaligus komitmen bersama Komunitas Bagi menjaga batas cagar alam secara hukum adat,” kata Dony.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, yang hadir Di kegiatan restorasi menyebut kolaborasi ini sebagai formulasi Aturan yang aplikatif dan berdampak langsung Bagi Komunitas.

“Upaya restorasi Hingga Desa Aek Haminjon ini menjadi model percontohan penting bagaimana pengelolaan kawasan penyangga cagar alam seharusnya dilakukan secara partisipatif. Pelibatan aktif kelompok Komunitas Melewati skema kesepakatan konservasi Komunitas Sebelum tahap Perancangan, pembibitan, penanaman, hingga pengawasan Hingga Di diharapkan mampu menghasilkan ekonomi berkelanjutan Bagi desa setempat,” papar Gus Irawan.

(dmi)


Add

as a preferred
source on Google





Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Orangutan Tapanuli Sisa 800 Ekor, Habitat Batang Toru Direstorasi

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ