Jakarta –
Pembuat ChatGPT, OpenAI, Mutakhir saja mengiklankan lowongan kerja Bersama gaji USD 555.000 (Disekitar Rp 9,2 miliar) per tahun. Akan Tetapi, deskripsi pekerjaannya dinilai menciutkan nyali.
Lowongan Head of Preparedness (kepala kesiapsiagaan) Di OpenAI ini, Berencana bertanggung jawab Di mempertahankan manusia Bersama risiko AI yang kian kuat, mulai Bersama ancaman Keadaan mental, Perlindungan siber, hingga senjata biologis. Belum lagi kekhawatiran bahwa AI Mungkin Saja Berencana melatih diri sendiri dan melawan manusia.
“Ini Berencana menjadi pekerjaan penuh Beban dan Anda Berencana langsung terjun Di masalah yang sangat rumit,” kata Sam Altman, CEO OpenAI, yang dikutip detikINET Bersama Guardian, Minggu (4/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandidat terpilih Berencana bertanggung jawab Menimbang dan memitigasi ancaman yang muncul, serta bersiap Berusaha Mengatasi kapabilitas AI mutakhir yang menciptakan risiko bahaya serius. Sebagai catatan, beberapa eksekutif Sebelumnya Itu yang menjabat posisi ini hanya bertahan sebentar.
Lowongan ini muncul Di Ditengah rentetan peringatan Bersama internal industri AI sendiri. Demis Hassabis, pendiri Google DeepMind yang juga Kemenangan Nobel, bulan ini memperingatkan risiko AI Bersama Sebab Itu tak terkendali Bersama cara yang membahayakan kemanusiaan.
Pada ini sangat sedikit regulasi AI Di tingkat nasional maupun internasional. Yoshua Bengio, ilmuwan Pc dan salah satu Bapak AI, Mutakhir-Mutakhir ini berujar sebungkus roti lapis Memiliki regulasi lebih banyak daripada AI. Alhasil, perusahaan-perusahaan AI sebagian besar mengatur diri mereka sendiri.
“Kami Memiliki landasan kuat Di mengukur kemampuan yang terus berkembang, tapi kita memasuki dunia Di mana kita butuh pemahaman dan pengukuran yang lebih bernuansa tentang bagaimana kemampuan itu bisa disalahgunakan. Pertanyaan-pertanyaan ini sulit dan hampir tidak ada presedennya,” cetus Altman.
Selain gaji fantastis, kompensasi yang ditawarkan Sebagai lowongan itu juga mencakup Dibagian saham Di OpenAI, perusahaan yang kini valuasinya USD 500 miliar.
Bulan lalu, perusahaan Lawan, Anthropic, melaporkan serangan siber berbasis AI pertama Di mana AI bertindak otonom Di bawah pengawasan Aktor Atau Aktris Negeri yang diduga Bersama China Sebagai meretas data internal target. Bulan ini, OpenAI Mengungkapkan model terbarunya bisa meretas hampir tiga kali lebih baik dibanding tiga bulan lalu dan Meramalkan model AI mendatang Berencana terus mengikuti pola itu.
(fyk/fyk)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: OpenAI Cari Orang yang Berani Lawan ‘Kiamat’ AI, Digaji Rp 9 Miliar











