Jakarta –
Di Di masifnya adopsi pembayaran digital, literasi keuangan Dan Menengah dinilai belum berjalan seiring. Gim yang berkaitan Bersama upaya peningkatan Pembelajaran kepada pelaku usaha dinilai Dari Sebab Itu strategi terbaru.
PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) Mengadakan Gang Dagang, sebuah gim Pembelajaran literasi keuangan yang ditujukan khusus Untuk Dan Menengah. Gim ini dirancang Untuk membantu pelaku usaha, khususnya Dan Menengah pemula, memahami pengelolaan keuangan usaha Melewati simulasi dan pengambilan keputusan yang menyerupai Kebugaran nyata.
Melewati Gang Dagang, Pemakai diajak mempelajari berbagai aspek penting pengelolaan usaha, mulai Bersama penggunaan QRIS, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi harian, perhitungan keuntungan, pengelolaan utang, hingga pemahaman akses permodalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gim ini dikembangkan Melewati kolaborasi Bersama Ruangguru dan direncanakan dapat diakses penuh Di pertengahan 2026 Melewati situs gangdagang.id serta terintegrasi Bersama ekosistem layanan Netzme.
Dan Menengah yang berhasil menyelesaikan tantangan Di gim tersebut juga Akansegera memperoleh fasilitas pendukung transaksi digital, seperti QRIS Jakpreneur dan QRIS Soundbox, guna Mendorong penerapan langsung Di lapangan.
CEO Netzme Vicky Ganda Saputra mengatakan, literasi keuangan digital menjadi fondasi penting Untuk Sustainability usaha Dan Menengah Di Di transformasi ekonomi digital. Menurutnya, pendekatan Pembelajaran berbasis gim diharapkan dapat membantu Dan Menengah memahami pengelolaan keuangan Bersama cara yang lebih mudah dan relevan.
Pendekatan serupa dinilai sejalan Bersama agenda percepatan inklusi keuangan digital. Bank Indonesia menilai kolaborasi Di regulator, industri, pemerintah Area, dan pelaku Dan Menengah menjadi Kunci Di membangun ekosistem pembayaran non-tunai yang aman dan efisien.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menilai pemanfaatan Ilmu Pengetahuan pembayaran digital dan Pembelajaran literasi keuangan dapat Memperbaiki kesiapan Dan Menengah Berjuang Bersama ekonomi digital. Pendekatan berbasis Ilmu Pengetahuan dinilai mampu Mendorong Dan Menengah lebih Self-Esteem Di melakukan transformasi transaksi.
Pengenalan Gang Dagang dilakukan Di rangkaian Nusantara Modest Trend Perayaan Seni (NumoFest) 2026, yang digelar Di 16 Januari-1 Februari 2026 Di sembilan kota besar Indonesia. Memasuki pekan kedua, NumoFest berlangsung serentak Di Gandaria City Jakarta, Solo Paragon Mall, Palembang Indah Mall, dan Duta Mall Banjarmasin, Bersama melibatkan lebih Bersama 300 pelaku Dan Menengah sektor modest Trend.
Selain pameran produk, NumoFest juga mengimplementasikan QRIS TAP sebagai metode pembayaran non-tunai utama serta Memperkenalkan berbagai kegiatan pendukung, seperti Trend show, talkshow literasi keuangan Dan Menengah, diskusi Keselamatan transaksi digital, hingga pemanfaatan Ilmu Pengetahuan POS dan QRIS Soundbox Syariah.
(agt/agt)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Konversi Digital Dan Menengah Tak Cukup Ilmu Pengetahuan, Literasi Keuangan Dari Sebab Itu Kunci











