Jakarta, CNN Indonesia —
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng kepolisian Sebagai melakukan pengawasan yang lebih ketat Di ruang digital. Hal tersebut Sebagai memberantas kejahatan digital seperti pemerasan seksual atau sextortion hingga judi online (judol).
“[Kerja sama] ini Akansegera menguatkan kerja-kerja kami Ke Kemkomdigi yang didukung Dari Polri Di rangka khususnya yang banyak diatensi Dari Kelompok yaitu kejahatan-kejahatan Ke ranah digital,” kata Menkomdigi Meutya Hafid Ke Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita mencatat kenaikan Mengelabui Orang Lain digital yang cukup tinggi. Kami juga Memperoleh banyak keluhan mengenai, sebagai contoh pemerasan berbasis seksual atau sextortion, judi online terus menjadi PR [pekerjaan rumah] Walaupun kemarin diturunkan menurut PPATK sampai 50 persen. Mudah-mudahan Bersama MOU ini Akansegera Lebih bisa ditekan Bersama Detail Di satu tahun Ke Di,” tambahnya.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Di Komdigi dan Polri ini dilakukan Sebagai memangkas alur koordinasi dan mempercepat respons Di laporan Kelompok.
Lewat kerja sama ini, Meutya menekankan perubahan utama ada Ke alur kerja.
Proses yang Sebelumnya membutuhkan surat-menyurat antar lembaga Akansegera disederhanakan menjadi sistem yang lebih terintegrasi agar respons Di laporan Kelompok bisa lebih cepat.
Ke Di Itu, kedua lembaga juga Akansegera menyederhanakan layanan pengaduan.
Di ini, Kelompok mengenal beberapa kanal aduan, yakni Lewat nomor telepon 110 dan 112. Ke depannya, sistem command center Akansegera diintegrasikan agar laporan bisa masuk Lewat satu pintu dan segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin 110 dan 112 digabungkan Lantaran Ke prinsipnya command center harus lebih efisien dan Kelompok yang ingin melakukan pelaporan bisa diterima lebih cepat,” tutur Meutya.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menilai kesepakatan ini memberi ruang Untuk penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi Ke lapangan.
“Maraknya Mengelabui Orang Lain online, judi online, dan berbagai bentuk scam harus direspons Bersama langkah yang lebih optimal. Kami ingin mencegah munculnya korban Mutakhir dan memastikan setiap laporan bisa ditindak lebih cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan kerja sama juga mencakup Pelatihan publik, pengamanan Pusat Data Nasional (PDN), serta penyusunan mekanisme bersama Di terjadi tindak pidana Ke ruang siber agar penanganan bisa langsung berjalan tanpa hambatan teknis.
Bersama Detail, Listyo mengatakan nantinya Akansegera ada satuan tugas (satgas) yang dibentuk Dari kedua pihak Sebagai menangani perihal teknis.
“Dari Sebab Itu hal-hal yang sifatnya bersifat teknis tentunya kami tadi sepakat Sebagai membentuk Skuat bersama Agar Ke Di terjadi hal-hal yang Sesudah Itu berdampak Di peristiwa pidana yang terjadi dan Sebagai menghindari terjadinya korban yang lebih besar tentunya kita memerlukan satgas bersama,” katanya.
“Nanti kalau satgas itu lintas satker juga bisa, nanti kita menunjuk PIC Sebagai satgas Bersama masing-masing lembaga,” ujar Meutya, menambahkan.
(lom/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Komdigi Gandeng Polri Berantas Sextortion-Judol Ke Ruang Digital





