Jakarta –
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali Melakukan Culture Agent/Culture Booster Meet & Greet (CAMG). Kegiatan ini merupakan puncak Bersama rangkaian Culture Perayaan Seni TelkomGroup 2026 yang dihadiri Bersama senior leaders selaku role model, Culture Agent, dan Culture Booster Hingga lingkup TelkomGroup.
Mengusung tema ‘Unshaken: Keeping Culture Relatable When Everything Shifts’, kegiatan ini mengajak para agen perubahan Sebagai terus menjadikan Kearifan Lokal Dunia perusahaan sebagai pegangan. Hal ini sekaligus menjadi upaya mendukung transformasi TelkomGroup Hingga Ditengah dinamika Usaha yang terus berkembang.
CAMG menjadi ajang Untuk penggerak Kearifan Lokal Dunia Bersama seluruh unit kerja TelkomGroup Sebagai saling belajar, berbagi Pengalaman Hidup, dan memperkuat kolaborasi. Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi Untuk mereka yang aktif menghidupkan nilai-nilai perusahaan Di kesehariannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan diawali Bersama diskusi panel yang Menampilkan representatif penggiat Kearifan Lokal Dunia Bersama lingkup Witel, Regional, serta Operating Company (OpCo). CAMG tahun ini juga Menampilkan Kesadaran Practitioner Bersama Santosa Indonesia, Adjie Santosoputro, serta Founder & CEO ChoSSI, Choky Sitohang. Keduanya berbagi ilmu mengenai pentingnya membangun ketangguhan diri, Kearifan Lokal Dunia saling menghargai, serta menjaga nilai perusahaan agar tetap relevan.
Di paparannya, Adjie Santosoputro mengajak peserta memahami bahwa perubahan adalah Dibagian tak terpisahkan Bersama kehidupan dan dunia kerja. Menurutnya, setiap orang tidak selalu dapat mengendalikan perubahan yang terjadi, tetapi dapat memilih cara menyikapinya agar tetap mampu menjalankan peran dan Berjuang Bersama tantangan Bersama lebih baik.
Senada Bersama hal tersebut, Choky Sitohang menyampaikan bahwa kebiasaan saling menghargai dapat memperkuat hubungan antarindividu dan menciptakan kerja sama yang lebih baik. “Perubahan Berencana lebih mudah dijalani ketika kita saling mendukung, saling menghargai, dan tumbuh bersama sebagai satu Regu,” ujar Choky Di keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2026).
Di kesempatan yang sama, Telkom turut Menyediakan Apresiasi Best Culture Agent/Culture Booster. Apresiasi ini diberikan kepada para agen yang dinilai konsisten mengimplementasikan Kearifan Lokal Dunia perusahaan Hingga unit kerja masing-masing sepanjang tahun 2025.
Menutup agenda, Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan bahwa Sukses transformasi tidak hanya ditentukan Bersama strategi, tetapi juga Bersama Kearifan Lokal Dunia yang dijalankan konsisten Bersama seluruh insan TelkomGroup.
“Strategi sehebat apa pun Berencana runtuh jika Kearifan Lokal Dunia organisasinya tidak mendukung. Culture eats strategy for breakfast, Sebab strategi hanya Berencana menjadi Ide Hingga atas Alattulis apabila tidak diwujudkan Melewati perilaku sehari-hari,” tegas Willy.
Sebelumnya Itu, Telkom telah melaksanakan Culture Assessment yang diikuti Bersama seluruh unit kerja sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi. Hasil evaluasi tersebut diumumkan Melewati Culture Award: Best Corporate Culture Implementation Di rangkaian peringatan HUT Hingga-61 Telkom Indonesia.
Tahun ini, Witel Suramadu, Telkom Regional 2, Enterprise Business Strategy, Divisi Wholesale Service, dan PT Komunikasi Indonesia International (Telin) berhasil meraih predikat The Winner Di kategori masing-masing. Apresiasi 1st Runner Up dan 2nd Runner Up juga diberikan kepada unit kerja lain atas komitmen mereka.
Melewati Culture Perayaan Seni 2026, Telkom berkomitmen Sebagai senantiasa memperkuat implementasi Kearifan Lokal Dunia perusahaan agar tetap hidup Di keseharian seluruh insan TelkomGroup.
(akd/ega)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Jurus Telkom Apresiasi Penggiat Kearifan Lokal Dunia Perusahaan Hingga Masa Transformasi









