Sebuah studi terbaru Menunjukkan luasnya jalur Mobilitas Penduduk hiu paus yang Malahan bisa melewati Area perairan 13 Negeri dan laut internasional.
Studi yang dipublikasikan Hingga jurnal Frontiers in Marine Science Menunjukkan perlindungan hiu paus tidak cukup hanya Berorientasi Di tempat mereka berkumpul Untuk mencari makan atau lokasi agregasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi ini menyoroti pentingnya perlindungan Di jalur Mobilitas Penduduk hingga Hingga laut lepas, termasuk habitat makan yang berfungsi layaknya “rest area” Hingga sepanjang jalan tol, sebagai tempat singgah penting Di perjalanan Mobilitas Penduduk.
Perluasan perlindungan Area menjadi sangat penting mengingat hiu paus Di ini berstatus terancam punah, Bersama Pertumbuhan yang telah menurun hingga 79 persen Untuk 120 tahun terakhir.
Studi terbaru yang dilakukan Di periode 2015 hingga 2025 ini Meneliti data pelacakan satelit Untuk 70 individu hiu paus yang ditandai Hingga empat lokasi agregasi utama Hingga Indonesia, yakni Teluk Cenderawasih (Papua Di), Kaimana (Papua Barat), Teluk Saleh (Nusa Tenggara Barat), dan Teluk Tomini (Gorontalo), serta pergerakannya Hingga kawasan Indo-Pasifik.
Studi ini melibatkan Regu peneliti Untuk Konservasi Indonesia, Elasmobranch Institute Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, serta Conservation International.
Kolaborasi lintas lembaga dan disiplin disebut memungkinkan pemetaan yang lebih komprehensif Pada pola pergerakan, habitat penting, dan faktor lingkungan yang memengaruhi Mobilitas Penduduk hiu paus.
Menurut Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia Iqbal Herwata, studi ini mengubah cara pandang Pada konservasi hiu paus.
Hasil Studi Menunjukkan bahwa hiu paus tidak hanya bergantung Di satu lokasi. Mereka berpindah Untuk Area pesisir Hingga laut lepas, mengikuti ketersediaan Citarasa dan Kesejajaran Alam laut.
“Kini kita tidak hanya tahu Hingga mana hiu paus muncul, tetapi juga bagaimana mereka bergerak dan faktor apa yang Mendorong pergerakan mereka. Ini Menunjukkan bahwa pengelolaan tidak bisa hanya berbasis lokasi saja, melainkan harus melihat keseluruhan ekosistem laut yang saling terhubung,” kata Iqbal yang memimpin Studi ini Untuk keterangannya, Kamis (30/4).
“Habitat musiman justru mendominasi jangkauan spesies ini, Hingga mana area luas Hingga Indo-Pasifik seperti Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Timor, hingga Samudra Hindia Dibagian tenggara dan Samudra Pasifik dimanfaatkan secara dinamis Untuk Mobilitas Penduduk dan mencari makan, yang sangat dipengaruhi Bersama proses oseanografi,” tambah Iqbal.
Hingga Di Itu, hasil Studi ini juga Menunjukkan bahwa Area yang digunakan habitat hiu paus Memperoleh fungsi yang berbeda. Hingga Area agregasi seperti Teluk Saleh, perilaku hiu paus didominasi Bersama Kegiatan mencari makan yang relatif stabil sepanjang tahun.
Koridor Mobilitas Penduduk Hingga halaman Berikutnya…
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Jalur Mobilitas Penduduk Hiu Paus, Lewati 13 Negeri dan Laut Internasional











