Jakarta, CNN Indonesia —
Para ilmuwan Mutakhir Mengetahui keberadaan satu spesies penguin berbeda Untuk spesies yang tercatat, yakni gentoo tenggara (Pygoscelis kerguelensis), yang menjadikannya sebagai spesies penguin Mutakhir pertama yang diberi nama Untuk lebih Untuk 100 tahun terakhir.
Sebuah Skuat internasional yang dipimpin Dari para peneliti Di Chile dan Universitas California Untuk studi yang dipublikasikan Di Communications Biology mengidentifikasi Pertumbuhan spesies tersebut Setelahnya luput Untuk pemantauan begitu lama.
Spesies ini mendiami pulau-pulau terpencil Di Belahan Bumi Selatan yang sulit dijangkau, tepatnya Di Kepulauan Kerguelen yang jaraknya hampir 3.200 kilometer Untuk daratan yang dihuni secara permanen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir ScienceDaily Ke Senin (21/9), hasil Studi Menunjukkan bukti genetik yang Membeberkan bahwa penguin gentoo yang dulunya Dikatakan satu spesies Dari para ilmuwan, sebenarnya terdiri Untuk empat spesies yang berbeda. Salah satu spesies tersebut Justru belum pernah diakui secara resmi.
Keempat spesies gentoo diperkirakan berevolusi Pada 300.000 hingga 500.000 tahun terakhir. Isolasi geografis memainkan peran utama Untuk evolusi mereka, terutama Di garis pemisah utama Samudra Selatan, tempat suhu dan salinitas air berubah tajam.
Empat spesies penguin gentoo terbagi berdasarkan Area geografisnya, yaitu Pygoscelis ellsworthi Di kawasan Antartika (selatan), Pygoscelis taeniata Di perairan timur, Pygoscelis papua Di Amerika Selatan (utara), serta spesies Mutakhir Pygoscelis kerguelensis yang hidup Di Didekat Garis Didepan Kutub (tenggara).
Secara fisik, spesies Mutakhir tersebut sangat mirip Di gentoo lain Di warna tubuh Pada bawah yang putih dan punggung yang hitam. Perbedaan spesies gentoo tenggara Di penguin gentoo lainnya hanyalah ukuran tubuh dan suara.
Akan Tetapi, spesies ini berbeda secara genetik. Para ilmuwan menyebut jenis organisme ini sebagai spesies kriptik, yang berarti ia terlihat sangat mirip Di spesies Yang Berhubungan Di Kendati Memperoleh perbedaan genetik yang signifikan.
Para peneliti juga mengidentifikasi ulang tiga Pertumbuhan gentoo yang Sebelumnya Itu diklasifikasikan sebagai subspesies, ternyata Memperoleh perbedaan genetik yang cukup signifikan Supaya dapat diakui sebagai spesies penuh.
Studi terbaru ini mewakili konsensus yang dibangun Untuk urutan genom lengkap 64 penguin yang dikumpulkan Untuk 10 koloni perkembangbiakan. Sebagai pertama kalinya, pengambilan sampel mencakup hampir seluruh Area geografis penguin gentoo.
Salah satu peneliti yang terlibat, Rauri Bowie Untuk UC Berkeley’s Museum of Vertebrate Zoology mengatakan bahwa penguin gentoo merupakan spesies penguin yang taksonominya lebih banyak diperdebatkan daripada yang lain.
“Pada lebih Untuk 100 tahun, jumlah spesies atau subspesiesnya masih kontroversial. Studi ini mencoba menjawab pertanyaan itu menggunakan pendekatan integratif mutakhir,” ungkap Bowie.
Para peneliti membandingkan karakteristik fisik dan perilaku, termasuk warna, suara, jadwal perkembangbiakan, pola makan, dan perilaku makan.
Pola makan yang berbeda
Penguin Gentoo Memperoleh satu Kepentingan penting dibandingkan banyak jenis lainnya, spesies ini tidak bergantung Ke satu jenis mangsa. Mereka Akansegera mengonsumsi hampir semua hal yang dapat mereka tangkap Di bawah air.
Sebab gentoo dapat memakan berbagai macam mangsa, termasuk ikan, krill, cumi-cumi, dan sotong, mereka tidak perlu bepergian terlalu jauh Untuk koloni tempat berkembang biak mereka Sebagai mencari Hidangan. Mereka juga cenderung kembali Di tempat bersarang yang sama tahun Untuk tahun.
Seiring berjalannya waktu, Pertumbuhan Di pulau-pulau terpencil Lebih Mengadaptasi Di lingkungan lokal mereka. Perbedaan perilaku dan ekologis tersebut secara bertahap diperkuat Dari seleksi alam Di seluruh genom mereka.
Hasil Studi Membeberkan setiap spesies penguin gentoo Menunjukkan adaptasi genetik yang khas Pada lingkungannya.
[Gambas:Video CNN]
Gentoo selatan dibekali gen ketahanan ekstrem dan penyimpanan lemak, gentoo timur unggul Untuk metabolisme karbohidrat dan kemampuan menyelam, gentoo utara kaya Akansegera gen pencernaan serta kontraksi jantung, dan gentoo tenggara melengkapi keunikan adaptasi kelompok ini Di habitat sub-Antartika.
Sayangnya, pemanasan Internasional yang mengubah Area Antartika dan sub-Antartika tempat mereka tinggal mengancam masa Didepan spesies penguin gentoo tenggara yang Mutakhir diakui ini, begitu pula dua spesies lain yang Mutakhir didefinisikan ulang.
Juliana Vianna, salah satu peneliti dan profesor ekosistem dan lingkungan Di Andrés Bello National University Chili Membeberkan adanya ancaman akibat pengaruh Pemanasan Global yang sangat mengkhawatirkan, khususnya Untuk spesies gentoo yang hidup Di kawasan pulau-pulau sub-Antartika.
“Sangat penting Untuk lembaga konservasi Di semua Bangsa yang terlibat Sebagai meneliti dan Memutuskan tindakan yang tepat Sebagai menyelamatkan ketiga spesies penguin gentoo ini,” ungkapnya.
(fta/dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Ilmuwan Temukan Spesies Penguin Mutakhir, Pertama Untuk 100 Tahun







