Jakarta, CNN Indonesia —
Elon Musk kembali membuat gebrakan Di Mengeluarkan proyek ambisius bernama Terafab, sebuah fasilitas Produksi chip yang ditujukan Untuk mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga pusat data, Malahan hingga Di luar angkasa.
Pengumuman tersebut disampaikan Musk Di Sabtu (22/3), menandai langkah Mutakhir Untuk upaya memperkuat kemandirian Ilmu Pengetahuan perusahaannya Di Ditengah melonjaknya permintaan komputasi Internasional.
Terafab Akansegera dibangun Di Didekat Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musk menargetkan fasilitas Terafab mampu memproduksi daya komputasi hingga satu terawatt per tahun. Sebagai gambaran, satu terawatt setara Di satu triliun watt, angka yang hampir mendekati total kapasitas pembangkit listrik Di AS.
Proyek ini Akansegera dijalankan secara kolaboratif Di dua perusahaan milik Musk, yakni Mobil Listrik Tesla dan SpaceX. Keduanya disebut membutuhkan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan yang Pada ini tersedia Di pasar.
Meski belum Menginformasikan nilai Penanaman Modal Untuk Negeri awal, sejumlah laporan media Di AS Sebelumnya Mengantisipasi proyek ini Akansegera menelan biaya Ditengah US$20 miliar hingga US$25 miliar atau setara Rp310 triliun hingga Rp387,5 triliun.
Musk mengakui bahwa Di ini perusahaannya sangat bergantung Di pemasok chip Internasional seperti Samsung, TSMC, dan Micron Technology.
Tetapi, menurutnya, laju ekspansi produksi Di para pemasok tersebut belum mampu mengejar kebutuhan yang terus Menimbulkan Kekhawatiran.
“Kami sangat berterima kasih Di rantai pasok kami Pada ini, tetapi ada batas Kecepatanakses ekspansi yang mereka anggap nyaman. Dan itu jauh Di bawah kebutuhan kami,” ujar Musk.
Lantaran itulah, ia menilai pembangunan fasilitas produksi sendiri menjadi langkah strategis Untuk memastikan pasokan chip tetap terjaga Di masa Didepan.
Terafab dirancang sebagai fasilitas Ilmu Pengetahuan canggih yang mencakup seluruh proses produksi chip, mulai Di desain, Produksi, pengujian, hingga Pembuatan lanjutan Untuk satu lokasi.
Untuk tahap awal, proyek ini menargetkan Dukungan komputasi sebesar 100 hingga 200 gigawatt Di Bumi. Di Didepan, Musk Malahan membidik produksi hingga satu terawatt Untuk mendukung operasi Di luar angkasa.
Meski demikian, Musk belum Memberi jadwal pasti Yang Terkait Di kapan fasilitas ini Akansegera mulai beroperasi atau mencapai kapasitas penuh.
Sejalan Di visi jangka panjangnya, Musk menyebut Terafab sebagai Pada Di upaya lebih besar Untuk membawa umat manusia menjadi “peradaban galaksi” dikutip Di AFP.
Menurutnya, ketersediaan daya komputasi Untuk skala besar Akansegera menjadi Kunci Untuk mengelola sumber daya Di planet lain hingga menjelajahi bintang-bintang.
Tetapi, seperti sejumlah proyek ambisius Musk Sebelumnya, realisasi Terafab masih Akansegera Berusaha Mengatasi tantangan besar, mulai Di Ilmu Pengetahuan, pendanaan, hingga eksekusi Di lapangan.
(tis)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Elon Musk Luncurkan Terafab, Ambisi Produksi Chip AI Sendiri











