Jakarta –
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan peningkatan Kecepatanakses mobile Duniamaya nasional secara bertahap, Di Di 45 Mbps Ke 2025 hingga Meresahkan menjadi 100 Mbps Ke 2029. Target pemerintah ini pun Menyambut perhatian serius Di operator seluler XLSmart.
Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, menilai bahwa Secara Keseluruhan Kemakmuran jaringan seluler Ke Indonesia, khususnya Ke Area perkotaan, sudah berada Ke jalur yang tepat Sebagai mendukung target tersebut.
“Ke Area perkotaan, Kecepatanakses broadband seluler yang dirasakan pelanggan Di ini umumnya sudah berada Ke kisaran puluhan Mbps. Justru Ke Kemakmuran tertentu, Kecepatanakses tersebut bisa mendekati atau melampaui target nasional,” ujar Reza kepada detikINET, Jumat (9/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, Kemakmuran berbeda masih ditemui Ke luar kawasan perkotaan. Menurut Reza, Kecepatanakses Duniamaya Ke Area non perkotaan masih bervariasi dan cenderung lebih rendah, seiring Bersama keterbatasan infrastruktur pendukung.
“Ke luar perkotaan, Kecepatanakses masih bervariasi dan relatif lebih rendah. Target 50 Mbps Ke 2025 dan 60 Mbps Ke 2026 menjadi arah peningkatan Mutu layanan, tidak hanya Di sisi Kecepatanakses, tetapi juga stabilitas dan konsistensi layanan,” jelasnya.
Di sisi kesiapan operator, Reza menegaskan bahwa Ke prinsipnya industri seluler siap mendukung target pemerintah, terutama Ke Area yang infrastruktur jaringannya sudah memadai. Adapun, pasca integrasi usai merger, XLSmart terus melakukan Pembuatan jaringan secara menyeluruh.
Langkah tersebut meliputi modernisasi Gadget 4G, penggelaran 5G, perluasan fiberisasi Ke site-site eksisting, optimalisasi spektrum, serta peningkatan kapasitas jaringan inti (core network).
Meski begitu, tantangan Sebagai mencapai target Kecepatanakses nasional masih cukup besar. Reza menyebut keterbatasan infrastruktur fiber dan backhaul sebagai salah satu kendala utama. Ke Di Itu, ketersediaan spektrum Sebagai peningkatan kapasitas jaringan juga menjadi faktor krusial.
“Lantaran itu, diperlukan sinergi Aturan,kolaborasi dan Pemberian semua pihak/stakeholders termasuk pemerintah Di hal insentif pembangunan, peninjauan regulatory charges, kemudahan perijinan, dan persaingan sehat Di landscape digital agar peningkatan Kecepatanakses tetap sejalan Bersama pemerataan dan Mutu layanan,” tutur Reza.
Diberitakan Sebelumnya Itu, Pemerintahan Kepala Negara Prabowo Subianto Lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan Kecepatanakses Duniamaya Indonesia bisa tembus 100 Mbps hingga 2029. Hubungan tersebut Berencana ditingkatkan secara bertahap Di tahun Ke tahun.
Berdasarkan Ide Strategis (Renstra) Kementerian Komdigi 2025-2029, Kecepatanakses Duniamaya baik mobile broadband maupun fixed broadband ditargetkan mencapai 100 Mbps Ke 2029. Pengerjaan peningatan Mutu Duniamaya ini Berencana dikerjakan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi.
Sebagai Duniamaya pita lebar bergerak (mobile broadband), Komdigi mencatat Kecepatanakses rata-rata nasional Ke 2024 berada Ke angka 47,02 Mbps. Ke awal pemerintahan Prabowo, Komdigi berencana menambah Kecepatanakses Duniamaya tersebut Bersama Kecepatanakses 50 Mbps Ke 2025, 60 Mbps Ke 2026, 75 Mbps Ke 2027, 90 Mbps Ke 2028, dan 100 Mbps Ke 2029
Peningkatan ini Berencana didorong Lewat optimalisasi jaringan 4G, perluasan layanan 5G Ke Area prioritas, serta peningkatan Mutu layanan (quality of experience/QoE), bukan sekadar penambahan cakupan.
(agt/agt)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Duniamaya RI Dikebut 60 Mbps Ke 2026, XLSmart Bicara Fiber dan Spektrum











