BRIN dan Telkomsat Jajaki Kolaborasi Satelit LEO hingga Keahlian SAR

Jakarta

BRIN Melewati Pusat Studi Keahlian Satelit (PRTS) jajaki Kemungkinan kolaborasi strategis Didalam Telkomsat guna memperkuat operasional satelit Low Earth Orbit (LEO). Kolaborasi ini juga Sebagai membangun ekosistem satelit nasional yang lebih unggul serta andal.

Kemungkinan kerja sama tersebut disampaikan Pelaksana Harian Kepala Pusat Studi Keahlian Satelit BRIN, Chusnul Tri Judianto, Di Memperoleh kunjungan kerja Telkomsat Ke Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Bogor, beberapa waktu lalu.

Chusnul mengatakan kolaborasi dapat mencakup Pembaruan sumber daya manusia, alih Keahlian, hingga kerja sama Didalam berbagai pihak Ke Untuk maupun luar negeri.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Di ini kami Di Menyusun satelit optik Nusantara Earth Observation (NEO-1) Sebagai menghasilkan data citra beresolusi tinggi. Hingga Didepan, Studi juga Akansegera diarahkan Ke Pembaruan satelit berbasis Synthetic Aperture Radar (SAR) serta satelit komunikasi,” ujarnya dikutip Didalam pernyataan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Disampaikannya bahwa Telkomsat Berpotensi Sebagai menjadi mitra strategis Untuk hilirisasi Keahlian, penguatan infrastruktur, hingga integrasi data satelit nasional.

Di Itu, peralihan Keahlian Automatic Identification System (AIS) Di VHF Data Exchange System (VDES) juga dinilai membuka Kemungkinan kolaborasi Mutakhir.

Untuk kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Muda Pusat Studi Keahlian Satelit BRIN, Satriya Utama, memaparkan tantangan utama Untuk operasional satelit LEO.

Ia menjelaskan, satelit LEO bergerak sangat cepat mengelilingi bumi Didalam periode orbit Disekitar 90 hingga 120 menit. Situasi tersebut membuat sistem operasional harus berjalan dinamis, responsif, dan terintegrasi.

“Manajemen misi mencakup Perancangan dan pengaturan Karya satelit, mulai Didalam penentuan tujuan, penjadwalan pengambilan data, hingga distribusi informasi agar manfaatnya optimal,” kata Satriya.

Selain manajemen misi, pengendalian orbit juga menjadi aspek penting Sebagai menjaga posisi satelit tetap berada Ke jalurnya. Proses tersebut dilakukan Melewati koreksi orbit berkala sekaligus antisipasi potensi tabrakan Didalam objek lain Ke ruang angkasa.

Komunikasi Di satelit dan stasiun bumi pun Memiliki tantangan tersendiri Sebab berlangsung Untuk waktu terbatas. Maka Itu, diperlukan Perancangan presisi, termasuk penjadwalan uplink dan downlink serta Dukungan jaringan stasiun bumi yang memadai.

Tak kalah penting, operator satelit juga harus Meninjau Kesejaganan satelit secara waktu nyata atau real time. Pemantauan dilakukan Pada seluruh subsistem, mulai Didalam daya listrik, suhu komponen, hingga Prestasi instrumen utama agar potensi gangguan dapat segera ditangani.

Satriya menambahkan, Pembaruan Alat lunak menjadi fondasi utama Untuk sistem kendali satelit modern.

“Alat lunak mencakup Perancangan misi, pengolahan telemetri, dan antarmuka perintah. Ini penting Sebagai mendukung kemandirian Keahlian sekaligus Mengurangi ketergantungan Ke solusi luar negeri,” pungkasnya.

(agt/agt)



Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: BRIN dan Telkomsat Jajaki Kolaborasi Satelit LEO hingga Keahlian SAR

สัมผัสความตื่นเต้นของเกมลิขสิทธิ์แท้และระบบที่เสถียรที่สุดเมื่อคุณเลือก ทดลองเล่นสล็อต pg ผ่านมือถือของคุณ