Jakarta –
Sebagian besar tugas karyawan kantoran Hingga pekerjaan Dibelakang Tatakan yang nyaman itu Akansegera segera diotomatisasi Di AI. Setidaknya, itulah klaim CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman.
Ini Lantaran model AI, sebagaimana diklaim Suleyman Di wawancara Di Financial Times, berada Hingga ambang mencapai kinerja tingkat manusia Di sebagian besar atau jika tidak semua tugas profesional.
“Karena Itu pekerjaan kerah putih Hingga mana Anda duduk Hingga Di Pc, baik sebagai pengacara, akuntan, Manajer proyek, atau staf pemasaran, sebagian besar tugas tersebut Akansegera sepenuhnya diotomatisasi Di AI Di 12 hingga 18 bulan Hingga Di,” kata Suleyman yang dikutip detikINET Di Futurism.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan berani Suleyman muncul Hingga Di kecemasan AI mengguncang pasar tenaga kerja. Rilis agen AI Mutakhir Claude Cowork Di Anthropic turut memicu Unjuk Rasa jual besar-besaran Hingga pasar saham minggu lalu, Lantaran investor khawatir Keahlian tersebut dapat mengotomatisasi tugas-tugas seperti pekerjaan hukum.
Menurut pimpinan AI Microsoft tersebut, otomatisasi AI secara masif sudah dapat dilihat Hingga bidang-bidang seperti rekayasa software. “Banyak insinyur software melaporkan sekarang menggunakan pengkodean berbantuan AI Sebagai sebagian besar produksi kode mereka,” ujar Suleyman.
Berarti peran mereka kini bergeser Hingga fungsi seperti debugging, meneliti Di cermat, melakukan hal-hal strategis seperti merancang arsitektur dan memasukkan segala sesuatunya Hingga tahap produksi. “Karena Itu ini adalah hubungan sangat berbeda Di Keahlian tersebut. Dan itu terjadi Di enam bulan terakhir,” sebutnya.
Memang benar banyak pemrogram kini menggunakan alat dan agen pengkodean AI. Suleyman mengklaim lebih Di seperempat kode mereka ditulis Di Dukungan AI. Tetapi, Mutu kode yang dihasilkan AI masih diragukan. Beberapa studi menemukan bahwa AI sebagian besar gagal menyelesaikan tugas-tugas umum pekerjaan jarak jauh dan perkantoran.
Yang juga patut diragukan adalah kemampuan AI menghasilkan keuntungan ekonomi Untuk perusahaan yang mengadopsinya. Beberapa Eksperimen Menunjukkan bahwa AI tidak serta-merta Meningkatkan produktivitas dan Malahan Bisa Jadi memperlambat alur kerja, termasuk Hingga bidang seperti Kode, Hingga mana manusia terpaksa harus memeriksa ulang hasil kerja AI hingga dua atau tiga kali.
Di kenyataannya, AI Bisa Jadi justru Meningkatkan intensitas kerja, Lantaran penerapannya menyebabkan karyawan dituntut Sebagai menanggung beban kerja yang lebih besar, yang berujung Di kelelahan mental dan Mutu kerja yang lebih rendah.
Meski demikian, para pemimpin AI bersikeras membunyikan peringatan. CEO Anthropic Dario Amodei belum lama ini Berkata AI dapat menghapus setengah Di semua pekerjaan kerah putih tingkat pemula. CEO OpenAI Sam Altman juga menggemakan hal serupa, bahwa Keahlian ini siap menghancurkan seluruh kategori pekerjaan.
(fyk/fyk)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Bos Microsoft Ramal Semua Tugas Kantor Segera Dikerjakan AI











