Jakarta –
CEO Google, Sundar Pichai, menyebut bahwa tiap perusahaan Akansegera terdampak jika gelembung AI pecah. Gelembung atau bubble mengacu Di situasi ketika harga suatu aset naik pesat dan melebihi nilai intrinsik aset tersebut. Gelembung ini bisa pecah dan kehilangan nilai secara drastis.
Untuk wawancara eksklusif Bersama BBC, Pichai mengatakan walau Perkembangan Penanaman Modal Untuk Negeri kecerdasan buatan (AI) merupakan momen luar biasa, ada beberapa irasionalitas Untuk ledakan AI Di ini.
Nilai perusahaan Keahlian AI melesat dan perusahaan-perusahaan menggelontorkan dana besar. Ketika ditanya apakah Google kebal Pada dampak pecahnya gelembung AI, Pichai mengatakan mereka dapat bertahan Berusaha Mengatasi potensi badai itu Akan Tetapi tetap Menyediakan peringatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya rasa tidak ada perusahaan yang Akansegera kebal, termasuk kami,” ujarnya yang dikutip detikINET Untuk BBC.
ADVERTISEMENT
Nilai saham Alphabet, induk Google, berlipat ganda Untuk tujuh bulan menjadi USD 3,5 triliun Lantaran pasar Lebihterus yakin Google mampu Menantikan ancaman Untuk OpenAI, pemilik ChatGPT.
Pichai mengatakan model unik Google yang menguasai Keahlian, mulai Untuk chip hingga data YouTube, membuatnya berada Untuk posisi lebih kuat Sebagai Berusaha Mengatasi gejolak pasar AI.
Di sisi lain, ia memperingatkan tentang kebutuhan energi AI yang sangat besar, mencapai 1,5% konsumsi listrik Dunia tahun lalu. Pichai mengatakan diperlukan Aksi Penolakan Sebagai Menyusun sumber energi Terbaru dan memperluas infrastruktur energi. “Anda tak ingin perekonomian terhambat Bersama energi,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa kebutuhan energi yang besar Untuk ekspansi AI menyebabkan kemunduran Di target iklim perusahaan, Akan Tetapi menegaskan Alphabet masih menargetkan net zero Di 2030 Bersama berinvestasi Di Keahlian energi Terbaru.
AI juga Akansegera memengaruhi dunia kerja seperti yang kita kenal. “Kita harus Berusaha Mengatasi gangguan sosial,” katanya, meski AI juga Akansegera menciptakan banyak Potensi Terbaru.
“Itu Akansegera mengubah dan Mendorong transisi Di pekerjaan tertentu dan orang-orang harus Menyesuaikan,” tambahnya. Mereka yang Menyesuaikan Bersama AI Akansegera lebih berhasil.
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Bos Google Peringatkan Bahaya Ledakan Gelembung AI











