Jakarta, CNN Indonesia —
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mengungkapkan lima Lokasi Di Nusa Tenggara Barat (NTB) Pada ini berstatus siaga kekeringan meteorologis.
Menurut Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini, Situasi Di sana dipengaruhi hingga menyebabkan hari tanpa hujan berkepanjangan.
“Hari tanpa hujan berturut-turut Secara Keseluruhan Di kategori menengah hingga sangat panjang,” kata Suci Di Mataram, Sabtu (20/6) dikutip Di Di.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi yang masuk level siaga kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong Di Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Jonggat Di Kabupaten Lombok Di, Kecamatan Pringgabaya dan Suela Di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Hu’u dan Manggalewa Di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Palibelo Di Kabupaten Bima.
Hari tanpa hujan paling panjang tercatat Di Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin Di Kabupaten Bima yang mencapai 35 hari berturut-turut dan masuk kategori sangat panjang.
BMKG juga menetapkan sejumlah kecamatan Di Lombok Di, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima Di level waspada kekeringan meteorologis.
Suci mengimbau Kelompok agar menggunakan air secara bijak Bagi Mengharapkan krisis air bersih sehubungan Di meluasnya Daerah yang masuk Di level siaga dan level waspada akibat hari tanpa hujan yang kian memanjang tersebut.
Di dasarian III Juni 2026 atau periode 21-30 Juni, BMKG memprakirakan Kemungkinan hujan masih terbatas lebih Di 20 milimeter per dasarian Di dasarian Di probabilitas Disekitar 10 hingga 40 persen Di sebagian Daerah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
BMKG meminta Kelompok Bagi Meningkatkan kewaspadaan Pada risiko Bencana Alam, lahan, maupun permukiman Di tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Berdasarkan hasil pemantauan IOD yang dilakukan BMKG Di dasarian terakhir Menunjukkan IOD berada Di kategori negatif Di indeks minus 0,49 dan berpeluang beralih Di positif mulai Agustus hingga Desember 2026.
Anomali SST Di Daerah Nino3.4 Menunjukkan ENSO berada Di kategori El-Nino Moderat Di indeks +1,40.
“El-Nino diprediksi bertahan Di kategori Moderat Di Kemungkinan 100 persen dan Berpotensi Bagi Menimbulkan Kekhawatiran menjadi El-Nino kuat Di Kemungkinan 86 persen hingga akhir tahun 2026,” pungkas Suci.
(Skuat/mik)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: BMKG Ingatkan Bencana Kekeringan Di NTB











