Jakarta –
Starlink dilaporkan menggratiskan biaya langganan bulanan Untuk Pemakai Ke Iran Setelahnya pemerintah setempat memutus akses Duniamaya. Pemutusan membuat jutaan orang kehilangan kontak Di keluarga, mata pencaharian, dan akses informasi Ke Di tindakan keras Di Unjuk Rasa Keluhan Masyarakat.
Dikutip detikINET Di BBC, Kamis (15/1/2026) Starlink pun dilaporkan menjadi jalur komunikasi vital Untuk sebagian warga yang Berusaha mengabarkan Hingga dunia luar mengenai apa yang sebenarnya terjadi Untuk beberapa hari terakhir.
Dua orang Ke Iran mengatakan kepada BBC bahwa Alat mereka masih berfungsi meski tak membayar langganan. Direktur sebuah organisasi yang membantu warga Iran mengakses Duniamaya juga mengonfirmasi layanan Starlink digratiskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keahlian satelit milik perusahaan SpaceX besutan Elon Musk ini menyediakan Duniamaya Untuk puluhan ribu orang Ke Iran, Walaupun statusnya ilegal Ke sana. Dari Duniamaya diputus, Starlink menjadi salah satu saluran terakhir atau Malahan satu-satunya Untuk warga Iran Sebagai berkomunikasi. Belum ada konfirmasi Di Starlink mengenai penggratisan layanan Ke Iran ini.
Akan Tetapi penggunaan Starlink Ke Iran berisiko tinggi, Ke mana penggunanya diancam Di hukuman penjara hingga dua tahun. Pihak berwenang dilaporkan memburu Alat Starlink Sebagai mencegah warga terhubung Hingga Duniamaya. “Mereka naik Hingga atap-atap Rumah dan memeriksa bangunan sekitarnya,” ujar Parsa, seorang warga.
“Yang perlu diketahui Kelompok adalah pemerintah Lagi menyisir area-area Ke mana banyak rekaman video tersebar, Karena Itu mereka harus lebih berhati-hati,” katanya.
Alat ini bekerja layaknya menara seluler Ke angkasa, menggunakan konstelasi satelit Sebagai berkomunikasi Di terminal darat. Akan Tetapi, perangkatnya tak terjangkau Untuk banyak orang Ke Iran Supaya Di digratiskannya layanan, penggunaannya Mungkin Saja Berencana meluas.
Kantor berita Fars Iran, yang berafiliasi Di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengklaim pembatasan Duniamaya diberlakukan Sebagai menghentikan penggunaan platform medsos Foreign seperti WhatsApp dan Instagram mengorganisir Kekejaman dan kerusuhan. Kelompok Hakasasi Manusia mengecam pemadaman total tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan.
Satu kelompok Hakasasi Manusia mengonfirmasi tewasnya lebih Di 2.400 pengunjuk rasa Di kerusuhan, serta hampir 150 orang yang berafiliasi Di pasukan Perlindungan. Angka sebenarnya diyakini lebih tinggi.
Pemadaman Duniamaya menyulitkan pengumpulan dan verifikasi bukti mengenai apa yang terjadi Ke lapangan. “Saya pikir banyak orang yang terhubung, tapi sedikit sekali yang berani Membahas risiko mengirimkan informasi Hingga luar,” jelas Parsa.
Menurut organisasi Hakasasi Manusia Witness, setidaknya ada 50.000 orang menggunakan Starlink Ke Iran. Mahsa Alimardani, direktur Ke organisasi tersebut, menyebut otoritas Iran coba mengganggu sinyal secara agresif Di Starlink, Akan Tetapi tidak berhasil. “Itu sebabnya mereka beralih melakukan penyitaan fisik,” tambahnya.
Akan Tetapi mereka yang berani Membahas risiko rela menempuh upaya luar biasa. Seorang pria mengaku menempuh perjalanan hampir 1.000 km Hingga Lokasi perbatasan agar bisa menggunakan jaringan seluler Bangsa tetangga Sebagai mengirim video yang direkamnya. Pemandangan yang ia saksikan memilukan Supaya merasa terdorong Sebagai membagikannya.
Pemerintah Iran Memperoleh rekam jejak panjang menyensor Duniamaya. Akses Hingga platform media sosial Barat seperti Instagram, WhatsApp, dan Telegram diblokir, yang berarti warga Iran harus menggunakan VPN Sebagai mengaksesnya. Akan Tetapi terlepas Di itu, Instagram adalah salah satu platform paling populer Ke Iran, Di Prediksi 50 juta Pemakai.
(fyk/fay)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Bahaya Besar Intai Warga Iran yang Pakai Duniamaya Starlink











