Jakarta –
Sejumlah engineer Amazon ikut hadir Di Pertemuan dengar pendapat Hingga Seattle City Council. Mereka datang Untuk mendukung regulasi pembangunan pusat data AI.
Engineer Amazon yang hadir Di Pertemuan dengar pendapat tersebut mengecam perusahaan tempatnya bekerja Lantaran membangun proyek pusat data senilai miliaran Kurs Mata Uang Amerika Sambil puluhan ribu karyawannya Hingga-Pemutusan Hubungan Kerja.
“Dilaporkan bahwa tahun ini, Amazon menghabiskan USD 200 miliar Untuk modal, yang sebagian besar dialokasikan Untuk pusat data dan AI,” kata Patrick Schloesser, software engineer Amazon Web Services Di Pertemuan tersebut, seperti dikutip Didalam CNBC, Sabtu (6/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Microsoft menghabiskan USD 190 miliar. Ke Di Yang Sama, para pemimpin Hingga perusahaan saya telah memberhentikan 30.000 karyawan korporat Di delapan tahun terakhir. Itu Menunjukkan bahwa Big Tech sangat ingin membangun kapasitas komputasi sebanyak Bisa Jadi, secepat Bisa Jadi,” sambungnya.
Juru bicara Amazon Di pernyataan resminya mengatakan perusahaan menghormati hak rekan-rekan kerjanya Untuk menyuarakan pendapat mereka, dan mengaku Di ini tidak Memperoleh Wacana Untuk membangun pusat data Hingga Seattle.
“Di ini, kami tidak Memperoleh Wacana Untuk membangun pusat data Hingga Di batas kota Seattle,” kata juru bicara Amazon.
“Hingga seluruh komunitas tempat kami mengoperasikan pusat data, kami berkomitmen Untuk menjadi tetangga yang bertanggung jawab – berinvestasi Hingga Pembuatan ekonomi lokal sambil memprioritaskan efisiensi air dan energi yang melampaui standar industri,” sambungnya.
Pemerintah Kota Seattle menyetujui moratoriumpembangunan pusat data AI Terbaru Pada satu tahun guna memberi waktu Untuk Untuk meregulasi proyek-proyek tersebut.
Proposal ini muncul Setelahnya empat pengembang mendekati penyedia listrik dan air Untuk membangun lima fasilitas berskala besar Hingga Seattle. Dua Didalam developer tersebut telah Memikat proposalnya Setelahnya Dilindungi publik.
Pemutusan Hubungan Kerja 30.000 karyawan Amazon yang disebut Schloesser sudah berlangsung Sebelum Oktober 2025. Langkah ini merupakan upaya CEO Andy Jassy Untuk menghilangkan manajemen yang berlapis dan memangkas birokrasi.
Tetapi, Ke Februari 2026, Amazon Memperkenalkan bahwa mereka Berencana mengucurkan belanja modal sebesar USD 200 miliar yang sebagian besar dialokasikan Untuk infrastruktur AI.
Schloesser, yang sudah bekerja Hingga Amazon Pada hampir enam tahun, mendesak pejabat Seattle Untuk mewajibkan pengembang pusat data agar berkomitmen menggunakan Energi Hijau dan tidak lagi menggunakan perjanjian kerahasiaan atau perusahaan cangkang ketika Memperkenalkan proyek Terbaru.
Amazon mengatakan mereka Berencana terus Menilai bagaimana pusat datanya beroperasi, termasuk membuat penggunaan energinya lebih efisien. Raksasa toko online ini juga berencana mengembalikan lebih banyak air kepada komunitas mulai 2030.
(vmp/vmp)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Amazon Dikecam Karyawan Lantaran Bangun Pusat Data Setelahnya Pemutusan Hubungan Kerja 30.000 Orang











