Agresif Kembangkan AI, Meta Malah Ditinggal Bosnya


Jakarta

Kepala Eksperimen kecerdasan buatan atau AI Meta, Memperkenalkan Akansegera meninggalkan perusahaan tersebut. Joelle Pineau, Vice President of AI Research, Memperkenalkan kepergiannya Melewati LinkedIn, Di mana hari terakhirnya Di perusahaan media sosial tersebut adalah 30 Mei.

Kepergiannya terjadi Di Pada penuh tantangan Untuk Meta. CEO Mark Zuckerberg menjadikan AI prioritas utama, Menggelontorkan miliaran Kurs Mata Uang Amerika Untuk upaya menjadi pemimpin pasar dan bersaing Bersama AI Bersama OpenAI sampai Google.

Zuckerberg menguak tujuannya adalah Meta membuat asisten AI Bersama lebih Bersama 1 miliar Pemakai dan mencapai kecerdasan umum buatan, istilah Untuk AI yang dapat berpikir dan Memutuskan tindakan yang setara manusia.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Seiring dunia Merasakan perubahan signifikan, seiring kian cepatnya perlombaan AI, dan Pada Meta bersiap Untuk Putaran Berikutnya, ini saatnya memberi ruang Untuk orang lain melanjutkan pekerjaan itu,” tulis Pineau yang dikutip detikINET Bersama CNBC.

“Saya Akansegera mendukung Anda Bersama pinggir, Sebab Anda Memiliki semua bahan yang dibutuhkan Untuk membangun sistem AI terbaik dunia,dan secara bertanggung jawab menerapkannya Ke Untuk kehidupan miliaran orang,” imbihnya.



ADVERTISEMENT

Pineau adalah salah satu peneliti AI terkemuka Di Meta dan memimpin unit Eksperimen AI fundamental perusahaan, atau FAIR, Dari 2023. Ia gabung Bersama Meta tahun 2017 Untuk memimpin lab Eksperimen AI Meta Di Montreal.

Pineau juga profesor ilmu Pc Di Universitas McGill, tempat ia menjadi salah satu direktur lab penalaran dan pembelajaran.

Beberapa proyek besar yang diawasi Pineau meliputi keluarga model AI Llama sumber terbuka milik Meta dan Keahlian lain seperti Gadget lunak PyTorch Untuk pengembang AI.

Pineau tidak mengungkapkan alasan dia resign dan apa pekerjaan Berikutnya. Dia menyebut Akansegera meluangkan waktu Untuk Merasakan dan merenung, Sebelumnya terjun Ke Ekspedisi Mutakhir.

Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Agresif Kembangkan AI, Meta Malah Ditinggal Bosnya