loading…
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan bahwa, perseroan terus menjalankan arah strategis TLKM 30, Didalam fokus Ke penguatan Usaha inti dan pelaksanaan transformasi yang Menyediakan manfaat nyata.
“Transformasi yang kami jalankan Berorientasi Ke Kemajuan sekaligus penguatan fundamental Usaha Sebagai jangka panjang. Kami melihat konsumsi Kelompok Pada layanan data terus Meresahkan, seiring kebutuhan Akansegera layanan digital yang Lebih andal. Gaya ini merupakan Kemungkinan Untuk TelkomGroup Sebagai terus Membuat Usaha sekaligus Meningkatkan nilai Untuk kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki. Lantaran itu, kami terus menyiapkan Usaha yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu Menyita Kemungkinan industri digital Hingga Di,” ujar Nanang.
Empat Segmen Usaha Utama Catatkan Kemajuan Positif
Ke segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun, tumbuh 3,5% YoY. Sambil Hingga Telkomsel, Kemajuan pendapatan tercatat sebesar 1,8% YoY menjadi Rp82,9 triliun, terutama ditopang Didalam Usaha digital yang tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp60,7 triliun. Kemajuan ini didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penerapan strategi komersial yang disiplin Sebagai memperkuat monetisasi layanan seluler seiring pergeseran pola konsumsi pelanggan Di layanan digital. Hasilnya, ARPU seluler Telkomsel tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp45.400, disertai peningkatan data yield sebesar 6,5% YoY.
Sambil Itu, pendapatan Usaha IndiHome tercatat Rp19,1 triliun, salah satunya seiring Didalam penataan basis pelanggan. Meski demikian, sejumlah indikator mulai Menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Ke kuartal III 2026, jumlah pelanggan IndiHome Meresahkan 1,2% QoQ menjadi 9,63 juta, Sambil ARPU naik 3,2% QoQ menjadi Rp217.700.
Hingga segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung Didalam layanan data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup. Mitratel mencatatkan pendapatan Usaha menara Komunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8% YoY. Berkat efektivitas pengelolaan biaya yang Lebih baik, Mitratel membukukan EBITDA sebesar Rp5,81 triliun, naik tipis Untuk tahun Sebelumnya, dan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun, Didalam margin EBITDA dan margin laba bersih yang stabil masing-masing Hingga angka 82,9% dan 22,2%.
Artikel ini disadur –> Sindonews.com Indonesia: Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun Melewati Kemajuan Empat Segmen Usaha Utama











