Jakarta –
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) Di lingkungan kantor Indonesia tak cuma bikin pekerjaan serba cepat, tapi juga menyisakan sakit kepala Terbaru Untuk Regu IT: volume data yang membengkak gila-gilaan.
Masalah ini kian pelik Pada ancaman ransomware terus mengintai, Sambil tak banyak perusahaan yang benar-benar siap Pada sistem mereka dibobol.
Melihat Trend Populer ini, Synology membeberkan Eksperimen terbarunya mengenai Kepuasan infrastruktur IT Di Tanah Air. Hasilnya cukup mengejutkan: sebanyak 88% perusahaan Di Indonesia mengaku cemas Akansegera terjadi inefisiensi penyimpanan akibat lonjakan volume data AI dan tumpukan berkas ganda (duplikasi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisis Storage Akibat Data AI
Di lapangan, menambah kapasitas harddisk secara asal-asalan terbukti tak lagi efektif. Data yang terus menumpuk tanpa pengelolaan pintar hanya Akansegera memicu pemborosan Dana dan menurunkan Prestasi sistem.
Untuk menjawab kendala ini, Synology memboyong jajaran storage anyar Di pasar Indonesia. Salah satu yang diandalkan adalah PAS7700, Alat all-flash berbasis NVMe yang dirancang khusus menampung beban kerja berat skala enterprise.
Tak cuma urusan hardware, Os DSM 7.4 juga disuntikkan fitur Synology Tiering dan pemangkas duplikasi data. Fitur ini bekerja secara otomatis memilah data berdasarkan frekuensi akses serta menghapus berkas ganda yang menyita ruang.
Di masa mendatang, Ilmu Pengetahuan scale-out storage juga disiapkan agar perusahaan bisa mengubah dan menambah kapasitas storage secara bertahap tanpa perlu merombak total infrastruktur yang ada.
Cuma 20% Perusahaan yang Pede Selamat Bersama Ransomware
Selain urusan storage, ancaman Hacking ransomware menjadi mimpi buruk lain. Temuan Synology Menunjukkan fakta pahit: hanya 2 Bersama 10 perusahaan Di Indonesia (20%) yang merasa sangat yakin dapat memulihkan data mereka Bersama cepat usai diserang ransomware.
Penyebab utamanya sederhana: banyak perusahaan merasa sudah aman Sebab Memperoleh backup, padahal sistem cadangan tersebut masih berada Di Di satu jaringan yang sama Bersama sistem utama. Pada peretas membobol server pusat, file backup ikut terkunci atau dihapus.
“Memperoleh backup saja belum cukup. Perusahaan harus memastikan data backup tetap aman dan benar-benar dapat dipulihkan Pada terjadi serangan,” ungkap Sales Manager Synology, Joshua Nathanael, Di keterangan yang diterima detikINET.
Menjawab persoalan ini, Synology merilis Alat khusus ActiveProtect DP5200. Alat berukuran ringkas 1U ini berfungsi mengisolasi data backup secara terpisah lewat Ilmu Pengetahuan immutable backup–membuat berkas cadangan sama sekali tidak bisa diubah, dienkripsi, maupun dihapus Bersama peretas. Lewat ActiveProtect Manager 2.0, Penyembuhan data kini juga mendukung lingkungan virtualisasi populer seperti Nutanix AHV dan Proxmox VE.
AI On-Premises: Bebas Bocor Data & Lensa Pengawas Pintar
Bicara soal produktivitas, Eksperimen yang sama Menginformasikan lebih Bersama 80% perusahaan Di Indonesia ternyata masih menghabiskan waktu setidaknya dua jam seminggu Untuk mengolah dokumen secara manual tanpa Dukungan AI.
Akan Tetapi, kekhawatiran bocornya data rahasia perusahaan Di platform AI publik sering kali Bersama Sebab Itu penghambat. Menjawab ketakutan ini, Synology menyematkan kemampuan AI langsung Di Di ekosistem lokal (on-premises) mereka, seperti Synology Office Suite, ChatPlus, dan Meet.
Pemrosesan dilakukan secara internal, Supaya karyawan bisa memakai AI Untuk mengedit dokumen atau spreadsheet tanpa khawatir data sensitif keluar Bersama server perusahaan.
Sambil Di sektor Keselamatan fisik, Alat DVA7400 hadir membawa AI Untuk memindai ribuan jam rekaman Lensa CCTV secara otomatis. Fitur ini memudahkan Regu Keselamatan melacak insiden tertentu Di hitungan detik tanpa harus menonton video berulang kali secara manual.
(asj/asj)
Anggoro Suryo Jati
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom yang fokus Di Topik Ilmu Pengetahuan. Lulusan Universitas Padjadjaran. Bergabung Dari 2014.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Lonjakan Pemakaian AI Bikin Perusahaan Was-was: Krisis Storage











