Jakarta –
AMD tampaknya Akansegera merombak jajaran prosesor Zen 6 mendatang. Mereka disebut bersiap Mengintroduksi tipe core rendah daya Terbaru yang dirakit Didalam gabungan beberapa desain arsitektur Zen generasi Sebelumnya Itu.
Perubahan strategi ini terendus Lewat patch kernel Linux terbaru, yang memperlihatkan bagaimana Platform mendeteksi dan mengelola core Terbaru tersebut, demikian dikutip detikINET Didalam Techspot, Senin (3/8/2026).
Catatan Di patch itu menegaskan bahwa sistem memerlukan cara khusus Sebagai mengenali core rendah daya ini Hingga ruang Pemakai, lantaran Sebelumnya Itu masih terdeteksi sebagai Alat yang tidak diketahui Untuk topologi CPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patch tersebut juga mensyaratkan bahwa Di chip AMD dan Hygon yang didukung, core ini harus menskalakan performanya menggunakan fungsi `amdgethighestperf()` alih-alih menggunakan batas Prestasi statis, sejalan Didalam cara kerja core efisiensi (E-core) Pada ini.
Arsitektur ‘Hybrid’ Lintas Generasi
Hal paling mencolok Didalam core rendah daya ini adalah cara pembuatannya. Berdasarkan analisis Didalam pembocor Ilmu Pengetahuan ternama InstLatX64, AMD mengusung desain hybrid “gado-gado” yang menggabungkan potongan komponen Didalam berbagai generasi Zen.
Susunan komponen tersebut dilaporkan mencakup:
- Set instruksi (ISA): Zen 6
- Mikroarsitektur: Zen 5
- Unit Floating-Point (FPU): Zen 4
- Cache L2: Zen 3
- Cache L3: Zen 2
Pendekatan rakitan semacam ini mengindikasikan bahwa AMD Melakukanupaya memaksimalkan efisiensi daya sekaligus menekan waktu serta kerumitan Kajian Pembaruan komponen Terbaru.
Sistem Prosesor Tiga Tingkat
Kehadiran core rendah daya ini Akansegera melengkapi jajaran core Performance dan Efficiency AMD yang sudah ada, Supaya menciptakan struktur prosesor tiga tingkat.
Untuk pembagian tugasnya, core Performance Akansegera menangani beban kerja berat yang membutuhkan clock tinggi, Sambil Itu core Efficiency yang berukuran lebih ringkas bertugas menangani efisiensi standar. Nah, core LP Terbaru ini Akansegera melangkah lebih jauh Didalam menangani tugas-tugas Hingga latar Dibelakang yang sangat ringan (seperti sinkronisasi email atau pemutaran Bunyi). Secara Prototipe, fungsinya mirip Didalam Low-Power E-cores milik Intel.
Potensi keuntungan Didalam arsitektur ini Akansegera sangat terasa Hingga Alat mobile. Laptop dan konsol handheld dapat mengalihkan pekerjaan ringan sepenuhnya Hingga core LP dan menonaktifkan core utama. Skenario ini diyakini mampu memperpanjang umur baterai secara drastis, membiarkan sistem berjalan hanya Didalam asupan daya beberapa watt saja.
(asj/asj)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: AMD Siapkan Core ‘Gado-gado’ Hemat Daya Sebagai Prosesor Zen 6









