Jakarta –
Operator seluler Telkomsel menyiapkan ratusan gerai GraPARI dan ribuan petugas Untuk melayani registrasi pelanggan menggunakan pemindaian wajah seiring telah diterapkannya registras SIM card prabayar menggunakan data biometrik.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan perusahaan mendukung implementasi Registrasi Biometrik Nasional sebagai Pada Untuk upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman sekaligus mendukung Keputusan pemerintah.
“Telkomsel mendukung implementasi Registrasi Biometrik Nasional sebagai Pada Untuk upaya memperkuat Keselamatan identitas digital pelanggan sekaligus mendukung Keputusan Pemerintah Melewati Kementerian Komunikasi dan Digital,” kata Abdullah Fahmi kepada detikINET, Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikannya, proses registrasi dilakukan menggunakan Ilmu Pengetahuan pengenalan wajah (face recognition) yang dipadukan Didalam data kependudukan yang berlaku. Mekanisme tersebut diharapkan mampu meminimalkan penyalahgunaan identitas Untuk registrasi kartu SIM.
“Proses ini membantu Mengurangi risiko penyalahgunaan identitas, registrasi tidak sah, maupun berbagai bentuk kejahatan digital seperti scam, phishing, dan fraud,” ucapnya
Abdullah menjelaskan, Untuk Telkomsel, registrasi biometrik bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga Memperkenalkan Penghayatan digital yang lebih aman dan nyaman Untuk pelanggan. Sebab itu, implementasi dilakukan secara bertahap Melewati Langkah percontohan (piloting) yang telah dimulai Dari 2025.
Langkah tersebut dilakukan agar proses registrasi dapat berjalan mudah, konsisten, sekaligus tetap mengedepankan kenyamanan pelanggan. Untuk mendukung implementasi Ke lapangan, Telkomsel telah menyiapkan 465 GraPARI yang tersebar Ke seluruh Indonesia sebagai titik layanan registrasi biometrik.
Ke Di Itu, operator seluler tersebut juga membekali hampir 3.000 petugas frontliner agar dapat mendampingi pelanggan Pada proses registrasi, termasuk Untuk pelanggan yang memerlukan Dukungan Di melakukan verifikasi biometrik.
“Hal ini dilakukan Untuk memastikan pelanggan memperoleh Penghayatan yang mudah, jelas, dan nyaman, termasuk Untuk pelanggan yang membutuhkan Dukungan langsung Di melakukan registrasi,” kata Abdullah.
Tak hanya Melewati gerai fisik, Telkomsel juga menyiapkan kanal digital agar pelanggan dapat melakukan registrasi biometrik secara mandiri sesuai Syarat yang berlaku.
“Didalam pendekatan ini, pelanggan dapat memilih kanal yang paling sesuai Didalam kebutuhannya, sembari tetap Merasakan perlindungan identitas yang lebih kuat,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah Ke 1 Juli 2026.
Aturan terbaru pengaktifan nomor HP ini Untuk memperkuat validasi identitas pelanggan. Keputusan ini diharapkan dapat menekan praktik penggunaan identitas palsu, penyalahgunaan nomor seluler, hingga berbagai tindak kejahatan digital seperti Mengelabui Orang Lain, phishing, dan penyebaran spam yang memanfaatkan nomor prabayar.
(agt/fay)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Registrasi SIM Biometrik Wajah Mulai Berlaku, 465 GraPARI dan 3.000 Petugas Disiapkan











