Jakarta, CNN Indonesia —
XLSmart tak membagikan dividen kepada para investornya tahun ini, Sebab perusahaan Merasakan kerugian imbas proses merger XL dan Smartfren tahun lalu.
“Ke tahun 2025, XLSmart Ke bukunya mencapatkan kerugian. Makanya tahun 2026 ini, Untuk ada RUPST yang kita lakukan, kita tidak bisa Menyediakan dividen. Mohon maaf kepada stakeholders kita sampaikan kita tidak bisa Menyediakan dividen,” ujar Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo Di Public Expose Diskusi Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) XLSmart Ke Jakarta, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak membagikan dividen tahun ini, Antony menyebut pihaknya telah membagikan dividen spesial Di periode November-Desember 2025 Bersama nilai Disekitar Rp3 triliun. Artinya, perusahaan ini membagikan dividen sebanyak dua kali Di tahun tersebut.
Yang Terkait Bersama penyebab kerugian, Antony menjelaskan pemicunya adalah biaya integrasi dan percepatan depresiasi yang menjadi Dibagian Bersama proses merger XL dan Smartfren.
Ia menjelaskan percepatan depresiasi ini mencakup Alat jaringan yang dimiliki XL dan sudah tidak bisa lagi digunakan pasca merger.
Alhasil, Alat yang harusnya dimasukkan Di pembukuan tahunan Bersama nominal yang Merasakan penyusutan setiap tahun harus diakumulasikan Di pembukuan Ke 2025.
Menurut Antony, angka aset tersebut cukup tinggi mencapai hampir Rp5 triliun. Angka yang besar ini membuat, Ke atas Kertas, perusahaan tampak merugi, Walaupun secara operasional kinerjanya sehat.
Ia menyebut spektrum 900 MHz milik XL yang Akansegera dikembalikan kepada pemerintah usai proses merger menjadi salah satu contoh aset yang memicu angka besar tersebut.
Meski demikian, Antony menyebut biaya integrasi dan percepatan depresiasi adalah beban yang hanya keluar sekali. Bersama Sebab Itu, kinerja XLSmart Di 2025 sebetulnya masih baik, jika situasinya dinormalisasi.
Pembukuan XLSmart Di 2025 Menunjukkan pendapatan Rp42,49 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan tahun Sebelumnya Itu. EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp20,14 triliun atau tumbuh 13 persen, Sambil laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp3,00 triliun atau tumbuh 63 persen.
Kemajuan tersebut didorong Bersama sinergi pasca merger yang mulai Menyediakan dampak positif Pada efisiensi operasional, optimalisasi jaringan, dan peningkatan Mutu layanan pelanggan.
Ke Di Itu, XLSmart mencatat pencapaian sinergi sebesar US$252 juta Di periode Q2 hingga Q4 2025, melampaui ekspektasi awal.
Sambil Itu, proses integrasi jaringan Menunjukkan progres signifikan Bersama Disekitar 70 persen site telah terintegrasi hingga akhir 2025. Integrasi ini menjadi fondasi penting Di Meningkatkan Mutu jaringan, memperluas Penghayatan layanan digital pelanggan, serta memperkuat daya saing perusahaan Ke Didepan.
Salah satu fokus XLSmart Di 2026 adalah memperluas jaringan 5G yang kini sudah menjangkau 43 kota/kabupaten.
(lom/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Tak Untuk Dividen Tahun Ini, XLSmart Ungkap Alasannya









