Jakarta, CNN Indonesia —
Pembantu Pemimpin Negara Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan penutupan fitur komunikasi Di Roblox sebagai Pada Di implementasi PP Tunas juga Akansegera dilakukan Sebagai gim lain.
“Betul semua (fitur komunikasi Akansegera ditutup). Didalam Sebab Itu tadi seluruh platform termasuk games itu nanti Akansegera diberlakukan PP yang sama,” kata Meutya Di Kantor Komdigi, Kamis (30/4).
“Sebab kalau satu Di intervensi, Roblox sudah melakukan kepatuhan perlindungan anak misalnya, tapi games lain tidak, maka itu Akansegera terjadi perpindahan anak-anak bermain games dan menjadi tidak dapat menyelesaikan masalah,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Meutya, hal tersebut dilakukan atas nama akuntabilitas, transparansi, dan keadilan Untuk seluruh platform, termasuk platform games.
Roblox ia sebut telah memenuhi kewajiban kepatuhan Pada PP Tunas. Sedikit berbeda, kepatuhan platform ini tidak dilakukan Didalam penghapusan akun, melainkan pembatasan komunikasi.
Meutya menyebut Roblox Akansegera melakukan verifikasi usia Sebagai seluruh penggunanya, dan Pemakai Di bawah 16 tahun Akansegera Merasakan pembatasan komunikasi.
Roblox sendiri Meramalkan jumlah Olahragawan anak Di platformnya Disekitar 23 juta Di total 45 juta Olahragawan.
“Dan Di age verification itu, diwajibkan melakukan verifikasi usia. Jika tidak, maka chats atau fitur komunikasi langsung dimatikan,” terang Meutya.
Pemakai berusia Di atas 16 tahun juga harus melakukan verifikasi usia agar fitur komunikasinya tidak dimatikan.
Kepatuhan penuh Roblox menandai usainya kisruh kepatuhan 8 Media Online berisiko tinggi Pada PP Tunas.
Meski demikian, Meutya mengatakan ini bukan akhir, Sebab aturan ini berlaku Sebagai semua platform.
“Atas nama keadilan aturan, maka ini Akansegera berlaku Sebagai semuanya. Dan kami sudah Menyediakan waktu, kita ingatkan juga Di forum ini bahwa sampai Juni adalah waktu Di mana platform melakukan self-assessment,” terangnya.
Usai melakukan self-assessment, Komdigi Akansegera melakukan evaluasi Pada penilaian tersebut Sebagai Menyediakan label risiko yang sesuai.
Kepatuhan tiap platform nantinya Akansegera berbeda tergantung tingkat risiko yang ditetapkan.
“Memang aturan Indonesia agak berbeda Didalam aturan Di Bangsa lainnya yang sudah memulai. Yaitu kita berangkat Di faktor resiko atau risk-based approach. Supaya kita tidak pukul rata bahwa seluruh platform tidak boleh Di bawah 16 tahun,” jelas Meutya.
(loam/agt)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia.com Indonesia: Roblox Duluan, Olahragawan Anak Bakal Tak Bisa Komunikasi Di Semua Gim











