Jakarta -
Laporan keuangan terbaru Intel mengindikasikan adanya pergeseran besar Di cara industri membangun beban kerja kecerdasan buatan (AI). Jika Di ini unit pemrosesan Grafik (GPU) mendominasi perbincangan Sebab keandalannya Di melatih model AI, kini Gaya mulai bergeser Hingga arah CPU.
Hasil kinerja Intel Ke kuartal yang berakhir Maret 2026 Menunjukkan lonjakan permintaan yang signifikan Untuk prosesor multiguna dan sistem pendukung agen AI (agentic AI).
Intel melaporkan pendapatan sebesar USD 13,6 miliar Untuk kuartal tersebut, naik 7 persen secara tahunan (year-on-year) dan jauh melampaui Prediksi para analis. Perusahaan juga menaikkan proyeksi pendapatan kuartal terbarunya menjadi Hingga kisaran USD 13,8 miliar hingga USD 14,8 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan nasib ini sangat erat kaitannya Didalam cara penerapan AI Pada ini. Fokus industri kini mulai bergerak Didalam pelatihan model terpusat Ke proses inferensi (inference) dan agen otonom yang beroperasi lebih Didekat Didalam Pemakai. Gaya ini sangat menguntungkan CPU yang Di ini kerap Dikatakan sebagai “Olahragawan cadangan” Di infrastruktur AI.
“Gelombang AI berikutnya Berencana membawa kecerdasan lebih Didekat Hingga Pemakai akhir, bergerak Didalam model dasar Ke inferensi hingga agentic. Pergeseran ini secara signifikan Meningkatkan kebutuhan Pada penawaran CPU, wafer, dan pengemasan mutakhir (advanced packaging) Didalam Intel,” ujar CEO Intel, Lip-Bu Tan.
Rasio CPU dan GPU Mulai Seimbang
Kebangkitan ini paling terlihat Ke Usaha pusat data (data center) Intel yang sukses mencetak pendapatan sebesar USD 5,1 miliar, jauh Hingga atas ekspektasi pasar yang hanya mematok angka USD 4,5 miliar.
Segmen ini sangat bergantung Ke CPU yang menggerakkan server Untuk menangani tugas Pemberian pelatihan dan beban kerja inferensi. Tan mencatat bahwa rasio kebutuhan komponen Hingga sistem server kini mulai berubah. Sistem AI modern kini membutuhkan satu CPU Untuk setiap empat GPU (1:4), Meresahkan drastis dibandingkan rasio 1:8 Hingga masa lalu.
Selain prosesor, Intel juga mendulang sukses Didalam Usaha foundry-nya. CFO Intel, David Zinsner, menyebut bahwa Keahlian advanced packaging–yang memungkinkan beberapa chip diintegrasikan Hingga Di satu sistem–kini menjadi pendorong utama pendapatan Produksi mereka seiring Didalam makin banyaknya chip yang digunakan per server.
Faktor Eksternal dan Proyek Terafab
Lintasan kebangkitan Intel juga dibentuk Dari sejumlah faktor eksternal. Saham perusahaan dilaporkan telah melonjak hampir tiga kali lipat Sebelum bulan Agustus lalu dan ditutup Ke level USD 66,78 Ke perdagangan Kamis kemarin. Kenaikan ini bertepatan Didalam pengungkapan kepemilikan 10 persen saham Dari pemerintahan Trump Ke musim panas lalu.
Hingga Samping Itu, Intel juga telah resmi bergabung sebagai mitra strategis Di megaproyek pabrik chip AI Terafab besutan Elon Musk.
“Terafab sangatlah penting. Menerapkan cara kerja Elon Musk Hingga Di Usaha foundry sangat Memikat Untuk kami. Kami pasti Berencana memintanya membantu kami memikirkan cara membuat pabrik (Fab) menjadi lebih ekonomis,” ungkap Zinsner.
Meski momentum operasionalnya positif, Intel sebenarnya mencatatkan rugi bersih sebesar USD 3,7 miliar Ke kuartal ini. Kerugian tersebut dipicu Dari beban biaya satu waktu (one-time charges) Yang Terkait Didalam kepemilikan sahamnya Hingga Mobileye dan pengaturan keuangan Didalam Penanaman Modal pemerintah.
Tetapi, jika pos tersebut dikecualikan, Intel sejatinya berhasil meraup laba bersih sebesar USD 1,5 miliar (29 sen per saham), demikian dikutip detikINET Didalam The Wall Street Journal, Minggu (26/4/2026).
Walau mulai bangkit, Intel tetap harus waspada. Mereka masih tertinggal Didalam rival beratnya, Nvidia dan AMD, Hingga pasar akselerator AI berkinerja tinggi. Hingga Samping Itu, permintaan Untuk chip PC yang secara historis menjadi pendorong pendapatan utama mereka diperkirakan Berencana tetap lesu akibat membengkaknya biaya komponen Hingga pasaran.
(asj/fay)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Gaya AI Bergeser Hingga CPU Bikin Pendapatan Intel Meroket











