Jakarta –
Skuat Cook lengser Di posisi CEO Apple. Pendahulu Cook, Steve Jobs, Dikatakan sebagai salah satu inovator produk terhebat Di sejarah Amerika. Jobs mengundurkan diri Di tahun 2011, sesaat Sebelumnya ia meninggal dunia akibat kanker, dan menunjuk Cook sebagai penerusnya.
Menjelang akhir masa jabatannya sebagai CEO Di 1 September 2026, warisan terbesar Cook adalah penciptaan nilai yang luar biasa. Kapitalisasi pasar Apple melonjak Di Disekitar USD 350 miliar menjadi USD 4 triliun Di bawah kepemimpinannya, meski produk perusahaan lebih bersifat evolusioner ketimbang revolusioner Di 15 tahun ia menjabat.
Keputusan Cook, yang kini berusia 65 tahun, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada bos divisi hardware, John Ternus, bukan kejutan besar. Sejumlah media telah mengulas profil Ternus beberapa bulan terakhir, termasuk New York Times yang menerbitkan artikel Di bulan Januari Di judul “The Man Who Could Be Apple’s Next C.E.O.”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kendati demikian, langkah ini terjadi Disekitar dua tahun lebih cepat Di Prakiraan saya,” ungkap Gene Munster, managing partner Di Deepwater yang dikutip detikINET Di CNBC.
Munster mengatakan Cook Di cerdik berhasil menavigasi Aturan tarif pemerintahan Donald Trump. Aturan ini Sebelumnya menjadi ancaman tersendiri Untuk Apple, mengingat besarnya ketergantungan perusahaan tersebut Di China Sebagai memproduksi Alat-perangkatnya.
Jauh Di kata terpuruk Sebelum masa jabatan kedua Trump Di Gedung Putih dimulai Di Januari 2025, saham Apple justru naik Disekitar 20%. Cook juga tak segan mendekati sang Ri lewat berbagai cara yang dirancang Sebagai memikat hati Trump.
Di Agustus, Cook mendampingi Trump Di Kegiatan Di Ruang Oval Sebagai mempromosikan komitmen Penanaman Modal Terbaru Apple senilai USD 100 miliar Di sektor Produksi Amerika, sekaligus menghadiahkan sebuah plakat emas dan kaca kepada sang Ri. Total Ide pengeluaran Apple Di AS menjadi USD 600 miliar Di lima tahun Ke Didepan.
Investor meraup keuntungan manis berkat kesetiaan kepada Cook. Saham Apple melonjak hampir 20 kali lipat dibanding Di ia pertama menjabat, Sambil Itu indeks S&P 500 hanya naik Disekitar enam kali lipat Di periode yang sama. Sebagian besar analis mengaitkan kesuksesan Cook Di ketelitian dan disiplin finansialnya, alih-alih Di Perkembangan produk.
“Melanjutkan kepemimpinan produk visioner Steve Jobs, Skuat kemungkinan besar Akansegera dikenang atas kepemimpinan operasionalnya yang berhasil mentransformasi dan mengekspansi Apple secara Dunia, memperdalam platform layanannya, memperkuat rantai pasokannya, serta menjadikan perusahaan lebih tangguh secara operasional dan Berorientasi Di nilai pemegang saham,” kata Rick Wargo, managing partner Di firma Boyden.
Pendapatan Apple Meresahkan nyaris empat kali lipat Di bawah komando Cook, melonjak hingga lebih Di UJSD 400 miliar Di tahun fiskal terbaru. Cook tersohor Di Silicon Valley sebagai pakar operasional, yang merombak total rantai pasok Apple Sesudah bergabung tahun 1998.
Di ia tiba, Apple berada Di ambang kebangkrutan. Bertahun Sesudah Itu, ia menjadi salah satu orang kepercayaan Jobs dan dipromosikan sebagai Chief Operating Officer tahun 2005, dua tahun Sebelumnya peluncuran iPhone.
Cook memetik keuntungan Di popularitas iPhone, yang sukses mempertahankan dominasi hampir dua dekade Di pasar smartphone. Ia dipuji atas keberhasilannya Memutuskan langkah strategis mendiversifikasi Usaha Apple dan mengkapitalisasi basis User Apple, yang kini mencapai 2,5 miliar Alat aktif Di seluruh dunia.
(fyk/asj)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: CEO Apple Turun Takhta Tinggalkan Kerajaan Rp 68 Ribu Triliun











