Jakarta –
Kabar kenaikan gaji bos Amazon Andy Jassy tampaknya Akansegera membuat pilu puluhan ribu karyawan yang Terbaru saja terkena Pemutusan Hubungan Kerja. Total kompensasinya tahun lalu tercatat naik Disekitar 30 persen menjadi USD 2,1 juta atau Disekitar Rp 33,6 miliar.
Raksasa Ilmu Pengetahuan ini Terbaru saja menerbitkan laporan proksi tahunannya kepada publik. Dokumen keuangan tersebut secara gamblang merinci total pendapatan sang pimpinan puncak sepanjang tahun 2025 lalu.
Jassy tercatat Merasakan gaji pokok sebesar USD 365.000 atau Disekitar Rp 5,8 miliar. Sambil Itu biaya perjalanan Usaha dan keamanannya mencapai USD 1,7 juta atau setara Rp 27,2 miliar Supaya totalnya membengkak tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Itu ia juga mencairkan Pengakuan saham senilai USD 43 juta atau Disekitar Rp 688 miliar. Sang bos juga masih Memperoleh simpanan saham terbatas senilai USD 242 juta atau Disekitar Rp 3,8 triliun yang belum dicairkan hingga akhir Desember lalu.
Kompensasi ini Meresahkan pesat jika dibandingkan Didalam periode tahun 2024 Sebelumnya. Gaji pokoknya kala itu tidak berubah, tetapi pengeluaran Perlindungan dan perjalanannya berada Hingga angka USD 1,1 juta atau Disekitar Rp 17,6 miliar.
Di tahun pertamanya menjabat Hingga 2021, ia sempat Merasakan Pengakuan saham yang luar biasa besar Didalam perusahaan. Total kompensasi tahunannya kala itu Justru melonjak tajam hingga menembus angka USD 200 juta atau Disekitar Rp 3,2 triliun.
Kesenjangan gaji selangit Ditengah pimpinan dan bawahan sebenarnya bukan hal Terbaru Hingga industri Ilmu Pengetahuan. Tetapi fakta ini tentu sangat menyakitkan Untuk para pekerja Amazon Hingga Ditengah badai pemutusan hubungan kerja yang terus berlanjut.
Perusahaan ini tercatat sudah memangkas setidaknya 30.400 pekerjaan Dari awal tahun 2025 lalu. Pemangkasan besar-besaran ini menyapu bersih Disekitar 10 persen tenaga kerja kantoran mereka Hingga berbagai divisi.
Justru divisi robotika Amazon yang dirancang Sebagai Mengurangi beban kerja gudang juga ikut terkena imbas pemangkasan tersebut. Perusahaan berdalih efisiensi yang didorong Didalam implementasi AI menjadi salah satu alasan Hingga balik langkah berat ini.
Amazon juga beralasan bahwa langkah ini diambil Sebagai Mengurangi lapisan birokrasi dan merampingkan Usaha perusahaan, demikian dikutip detikINET Didalam Techspot, Senin (13/4/2026).
Paket kompensasi Jassy ini sebenarnya sangat mencerminkan standar pembayaran sebagian besar bos perusahaan Ilmu Pengetahuan. Gaji pokok sering kali menjadi Dibagian terkecil, Sambil Itu saham berjangka menyumbang porsi terbesar Didalam pundi-pundi kekayaan mereka.
(asj/asj)
Artikel ini disadur –> Inet.detik.com Indonesia: Ironis, Bos Amazon Naik Gaji Usai Pemutusan Hubungan Kerja Puluhan Ribu Karyawan











